TribunJogja/

Bakso Pak Kumpeno, Pelopor Bakso Bertopping Jeroan

Benar saja, potongan paru yang digoreng garing seperti kripik ini memberikan cita rasa tambahan pada baksonya.

Bakso Pak Kumpeno, Pelopor Bakso Bertopping Jeroan
tribunjogja/gaya lufityanti
Bakso Pak Kumpeno yang menjadi pelopor bakso bertopping ‘jeroan’ di Yogyakarta. 

Sebelum sukses memiliki tiga warung bakso, Kumpeno menjajakan baksonya dengan metode pikul dari daerah Soragan hingga Jalan Godean sejak tahun 1977.

Himpitan ekonomi memaksanya berjualan bakso dengan memikul beban hampir setengah kwintal setiap hari mulai pukul 12.00 hingga 00.30 dini hari.

Kemudian sekitar tahun 1980, ia menggunakan gerobak ronde untuk berjualan bakso di daerah Jalan Godean km 5.

Setelah berjualan dengan cara mendorong, bapak dua anak ia pun memberhentikan gerobaknya dan berjualan dengan tenda.  Ia pun mengontrak sebuah rumah tak jauh dari lokasinya berjualan mulai tahun 2000 hingga kini.

Kini, Bakso Pak Kumpeno memiliki tiga cabang, yakni di Soragan, Jalan Godean km 5 dan Jalan Godean km 9 yang beroperasi mulai pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.

Dari ketiga warungnya tersebut, ia mengaku mampu menjual kurang lebih 1000 mangkok setiap seharinya. Khusus di Jalan Godean km 5, pengunjung bisa mencicipi topping babat iso, tulang muda hingga koyor.

”Dulu pertama jual bakso harganya Rp 20, kemudian Rp 90, Rp 200 hingga kini Rp 10 ribu per mangkok,” kenang pria asal Solo ini.

Sekarang, meskipun sudah dibantu oleh 11 karyawan, ia mengaku belum mau membuka cabang baru.

Di usia yang tak lagi muda, ia masih kerap membuat bakso, melayani pelanggan hingga mencuci piring pelanggannya sendiri. (*)

Penulis: gya
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help