TribunJogja/

Bakso Pak Kumpeno, Pelopor Bakso Bertopping Jeroan

Benar saja, potongan paru yang digoreng garing seperti kripik ini memberikan cita rasa tambahan pada baksonya.

Bakso Pak Kumpeno, Pelopor Bakso Bertopping Jeroan
tribunjogja/gaya lufityanti
Bakso Pak Kumpeno yang menjadi pelopor bakso bertopping ‘jeroan’ di Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajanan bakso kini mulai marak dengan ragam ciri khasnya. Tak terkecuali Bakso Pak Kumpeno yang menjadi pelopor bakso bertopping ‘jeroan’ di Yogyakarta.

Rupanya, menambahkan ‘jeroan’ ke dalam hidangan bakso ini murni ide dari Kumpeno (56) sendiri.

Awalnya ia mengakui baksonya cenderung biasa saja dibanding bakso-bakso lain, karenanya ia menambah topping agar hidangannya tampak spesial.

Benar saja, potongan paru yang digoreng garing seperti kripik ini memberikan cita rasa tambahan pada baksonya.

Sebelum dihidangkan, paru ini diproses dengan tahapan yang cukup rumit. Pertama, paru direbus, dipotong kemudian digoreng hingga minyak tidak berbuih.

Tahapan menggoreng pun tidak bisa dianggap remeh. Jika terlalu cepat ditiriskan, maka paru masih terasa amis. Sedangkan jika digoreng terlalu lama, paru akan gosong dan terasa pahit. Proses memasak paru ini pun memerlukan waktu satu jam.

”Dalam sehari bisa habis 30 kilogram paru, padahal satu ekor sapi kira-kira hanya punya 2 kilogram paru, sehingga saya bisa butuh 15 ekor sapi untuk diambil parunya. Parunya sendiri saya ambil dari pedagang-pedagang daging di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Memiliki ciri khas topping paru ini rupanya menyisakan hambatan besar lantaran bahan paru ini sulit didapat.

Apalagi setiap lebaran, ia terpaksa berjualan bakso tanpa menyediakan paru karena tidak ada pedagang yang menjual paru di pasar.

Halaman
12
Penulis: gya
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help