TribunJogja/

Oknum TNI Pukul Polisi

Oknum TNI Pukul Polisi Lalu Lintas. Ternyata Ini Penyebab Serda Wira Alami Depresi

Komandan Korem 031/Wirabima, Brigjen Abdul Karim membeberkan perjalan karir oknum TNI berinisial WS yang memukul polisi di jalanan

Oknum TNI Pukul Polisi Lalu Lintas. Ternyata Ini Penyebab Serda Wira Alami Depresi
IST
Serda Wira Sinaga 

TRIBUNJOGJA.COM, PEKANBARU - Komandan Korem 031/Wirabima, Brigjen Abdul Karim membeberkan perjalan karir oknum TNI berinisial WS yang memukul polisi di jalanan.

Ia, mengisahkan, Serda WS menjalani masa sekolah dari SD hingga SMA di Sorek, Kabupaten Inhu. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya di sana.

Usai tamat sekolah, anak ketiga dari lima bersaudara ini mendaftar masuk TNI pada 2010. WS mengikuti pendidikan militer di Aceh.

Lulus dari pendidikan militernya pada 2011, WS pun ditempatkan di Batalyon 121 Macan Kumbang di Galang, Deli Serdang.

Pada tahun 2012 -2013, WS sempat ikut tugas operasi di daerah Papua. Pulang dari sana, sekitar tahun 2014, WS mengalami sakit.

Selanjutnya, terkait penyakitnya, WS menjalani pemeriksaan di rumah Sakit Putri Hijau. "Dari hasil pemeriksaan ternyata ada gejala depresi," jelas Danrem.

Serda Wira Sinaga oknum anggota TNI yang melakukan pemukulan terhadap anggota kepolisian lalu lintas
Serda Wira Sinaga oknum anggota TNI yang melakukan pemukulan terhadap anggota kepolisian lalu lintas (instagram)

Pada April 2015, WS melakukan pelanggaran berupa Tidak Hadir Tanpa Izin (THTI). Ia melanjutkan, terkait pelanggaran THTI yang dilakukan WS, ia pun menjalani sidang di Pengadilan Mahmakah Militer.

"Akhirnya dia menjalani proses hukuman THTI tersebut, dihukum 1 bulan 20 hari dalam kurun waktu Oktober sampai Desember 2015," kata Jenderal Bintang Satu ini lagi.

Usai menjalani hukuman, WS pun dipindahkan ke Korem Padang. "Karena kalau sudah terkena depresi itu, tidak cocok lagi di satuan tempur," sebut Abdul Karim.

Oknum anggota TNI melakukan pemukulan terhadap anggota kepolisian lalu lintas
Oknum anggota TNI melakukan pemukulan terhadap anggota kepolisian lalu lintas (IST)

Sayangnya, 2 bulan dinas di Padang, ternyata WS membuat masalah dengan personil Lantas di Padang.

WS kembali dipindahkan pada Februari 2016 ke Korem 031/Wirabima.

"Dia ini tidak diberi jabatan (di luar formasi) karena dalam perawatan medis. Sebenarnya dia sampai sekarang pun masih menjalani perawatan. Hingga akhirnya terjadilah insiden yang seperti kemarin," sebutnya. (TRIBUNPEKANBARU | Rizki/Budi)

Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help