TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Wakil Bupati Bantul Langsung Datangi Tiga Lansia yang Hidup Penuh Keterbatasan di Giriloyo

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih turun langsung dengan mendatangi rumah yang bersangkutan.

Wakil Bupati Bantul Langsung Datangi Tiga Lansia yang Hidup Penuh Keterbatasan di Giriloyo
Tribun Jogja/ Dwi Nourma Handito
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat berbincang dengan Ponidi (tidur di lantai) dan Poniyem (kerudung hitam) di rumah Pondi, yang terletak di Giriloyo RT 3, Wukirsari, Imogiri Bantul Rabu (9/8/2017). Dalam foto Wagimah nampak terbaring di belakang. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul langsung merespon terkait dengan adanya informasi dua lansia yang mengalami lumpuh dan hidup dalam kekurangan yang tinggal dalam satu rumah di Giriloyo, RT 3, Wukirsari, Imogiri Bantul.

Rabu (9/8//2017) sore Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih turun langsung dengan mendatangi rumah yang bersangkutan.

Wakil Bupati datang bersama rombongan dinas terkait serta aparat setempat, termasuk dari pihak Puskesmas setempat.

Sesampainya disana, Wakil Bupati langsung mengecek langsung dua lansia yang mengalami kelumpuhan yakni Ponidi (70 tahun) dan Wagimah (50 tahun) yang merupakan kakak beradik yang hidup dalam rumah sederhana.

BACA : [KISAH PILU] Penuh Keterbatasan, Kehidupan Tiga Manula di Bantul Sungguh Bikin Trenyuh

Wakil Bupati juga bertemu dengan Poniyem (60 tahun) saudara kandung dari Ponidi dan Wagimah yang ikhlas merawat keduanya dan menanyai langsung dengan yang bersangkutan.

Wakil Bupati mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah mendapatkan laporan.

Wakil Bupati pun lantas mengambil keputusan bahwa yang bersangkutan harus segera dibantu. Menurutnya perlu ada diagnosis terkait dengan penyakit yang diderita oleh dua orang bersaudara itu.

Karena selama ini belum diketahui diagnosis penyakit apa yang diderita terlebih disebutkan Wakil Bupati yang bersangkutan enggan memeriksakan diri atau berobat meski tetangga sudah berinisiatif membantu.

Puskesmas setempat diperintahkan untuk melakukan perawatan rumah terhadap yang bersangkutan.

"Harus ada langkah membantu pak Ponidi dan bu Wagimah, dimana dua duanya ini bersaudara dan tidak menikah, tidak punya anak dua duanya kondisinya lumpuh. Tetapi kita tidak tahu yang sesungguhnya terjadi pada penyakitnya itu, karena belum ada diagnosis, ini saya memperintahkan Puskesmas untuk melakukan homecare, mungkin besok akan dilakukan diagnosis dan diketahui apa yang diderita ini," katanya.

Selain itu mengingat kondisi rumah yang belum memiliki MCK dan sarana lainnya seperti listrik, maka Pemkab akan segera memberikan bantuan terkait hal tersebut.

MCK direncanakan akan dibangun. pihak desa akan memberi bantuan kasur dan peralatan dapur, sementara untuk listrik akan pihaknya akan menghubungi PLN. Wakil Bupati mengatakan besok akan melakukan rapat koordinasi terkait pemberian bantuan ini dengan pihak aparat pemerintahan setempat.

Sementara itu dijelaskan Wakil Bupati yang bersangkutan juga sebenarnya sudah tercover dalam beberapa program pemerintah, ketiga bersaudara itu sudah terdaftar dan memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Sehingga sebenarnya memungkinkan untuk berobat gratis. Selain juga terdaftar di program keluarga harapan (PKH), Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) dan juga mendapat bantuan beras sejahtera atau rastra, yang setiap bulannya mendapatkan bantuan uang dan beras dari beberapa program tersebut. (*)

Penulis: dnh
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help