TribunJogja/
Home »

Jawa

Sejarah Jamu Nyonya Meneer, Awalnya Hanya Meracik Ramuan untuk Suami Yang Sakit

PT Nyonya Meneer berperan besar dalam perkembangan industri jamu di Indonesia.

Sejarah Jamu Nyonya Meneer, Awalnya Hanya Meracik Ramuan untuk Suami Yang Sakit
ist
Nyonya Meneer_0408 

TRIBUNJOGJA.COM - Perusahaan jamu legendaris PT Nyonya Meneer diputuskan pailit pada sidang Pengadilan Niaga Semarang, Kamis (3/8/2017).

Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1919 itu tak mampu membayar hutang pada 35 kreditornya dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

PT Nyonya Meneer berperan besar dalam perkembangan industri jamu di Indonesia. Sama dengan namanya, perusahaan ini didirikan oleh seorang perempuan bernama Meneer.

Foto perempuan tersebut terlihat dalam kemasan produk jamu yang dihasilkan. Dikutip dari wikipedia, Nyonya Meneer memiliki nama asli Lauw Ping Nio, lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, tahun 1895.

Ia kemudian menikah dengan seorang pria asal Surabaya dan pindah ke Semarang. Di laman njonjameneer.com disebutkan, perusahaan jamu Nyonya Meneer bermula di tahun 1900-an ketika suaminya sakit.

Meskipun sudah melakukan berbagai pengobatan, tetapi penyakit suami Meneer tak kunjung sembuh. Akhirnya, Nyonya Meneer mencoba meracik aneka tumbuhan dan rempah untuk diminum suaminya.

Rupanya, penyakit sang suami berangsur-angsur sembuh.

Sejak saat itu, Nyonya Meneer dimintai tolong untuk membuatkan jamu orang-orang sekitarnya yang mengalami masuk angin, sakit kepala dan sejumlah penyakit ringan lainnya.

Awalnya Nyonya Meneer nengantarkan jamu buatannya sendiri pada orang yang meminta tolong.

Namun karena permintaan semakin banyak, akhirnya ia memutuskan untuk mencantumkan fotonya pada kemasan jamu, dengan harapan dapat mewakili kehadiran dirinya.

"Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, jamu dengan potret seorang wanita ini melegenda," demikian dikatakakan di laman njonjameneer.com.

Jamu Cap Potret Nyonya Meneer resmi berdiri di tahun 1919. Ia kemudian menjalankan bisnisnya itu bersama sang anak, Hans Ramana dan dilanjutkan kelima cucunya.

Di tahun 2006  jamu Nyonya Meneer berhasil memasarkan produknya hingga ke Taiwan. Sebelumnya, produk jamu Nyonya Meneer juga telah sampai ke Malaysia, Brunei Darusalam, Australia, Belanda dan Amerika Serikat.

Adapun Nyonya Meneer sendiri telah meninggal dunia di tahun 1978. (*)

Penulis: say
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help