TribunJogja/

Penyakit Diare dan Pneumonia Banyak Menyerang Anak-anak di Indonesia

Untuk penyakit yang kerap dialami balita dan anak-anak di Indonesia, adalah penyakit yang tergolong sepele.

Penyakit Diare dan Pneumonia Banyak Menyerang Anak-anak di Indonesia
tribunjogja/pradito rida pertana
Prof. Sri Rezeki Hadinegoro (baju merah) memberikan keterangan saat jumpa pers di hadapan awak media. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penyakit diare dan pneumonia masih kerap diidap oleh balita dan anak-anak di Indonesia. Kedua penyakit tersebut dapat berefek buruk jika tidak segera ditanggulangi, apalagi jika sang penderita masih balita.

Dalam jumpa persnya, Prof. Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan penyakit di daerah tropis seperti di Indonesia banyak macamnya.

Untuk penyakit yang kerap dialami balita dan anak-anak di Indonesia, adalah penyakit yang tergolong sepele namun, bisa berdampak buruk jika dibiarkan terlalu lama.

"Diare sama pneumonia itu yang terbanyak diderita anak-anak di Indonesia. Mungkin penyakit sepele ya itu, tapi penyakit itu menyerang banyak bayi-bayi di Indonesia, dan jika dibiarkan bisa berakibat fatal," katanya saat jumpa pers, Sabtu (5/8/2017).

Menurutnya, diare kerap menjangkiti bayi maupun balita dikarenakan perilaku pengasuh maupun orang-orang di sekitar bayi, kurang memperhatikan kebersihan. Begitu juga dengan pneumonia yang kerap menyerang anak-anak, terutama di luar Jawa.

"Untuk diare itu terjadi karena perilaku, seperti perilaku seorang pengasuh yang terkadang lupa cuci tangan jika mengasuh bayi. Seharusnya setelah kegiatan cuci tangan dulu lah, itu salah satu yang perlu dilakukan untuk mengurangi penderita diare. Penderita pneumonia paling banyak di Lombok, itu terjadi juga karena perilaku yang tidak memikirkan dampak anak-anak disana," jelasnya.

Ia menambahkan, memang kedua penyakit tersebut bisa diobati. Namun, alangkah baiknya jika perilaku masyarakat juga diubah, untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi resiko terjangkitnya penyakit tersebut.

"Meningkatkan kesehatan di Indonesia tidak semata-mata hanya dengan memberi obat jika sudah sakit saja. Tapi perilaku masyarakat juga perlu diubah untuk pencegahan dan meningkatkan kesehatan, ini yang paling sulit. Semoga kita bisa bersama-sama mengubah perilaku untuk kesehatan," pungkasnya. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help