TribunJogja/

Cantik dan Inspiratif, Samantha Jadi Duta Museum Jenderal Sudirman

Dialah Samantha Aditya Putri yang termasuk dalam finalis Duta Museum Yogyakarta 2017.

Cantik dan Inspiratif, Samantha Jadi Duta Museum Jenderal Sudirman
IST
Samantha Aditya Putri 

TRIBUNJOGJA.com, YOGYA - Perempuan muda bertalenta ini belum lama terpilih menjadi Duta Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman. Dialah Samantha Aditya Putri yang termasuk dalam finalis Duta Museum Yogyakarta 2017.

Selama beberapa tahun terakhir, Samantha giat mengedukasi publik agar mencintai sejarah dan kebudayaan, terutama di Kota Yogyakarta hingga Borobudur.

Di usia 25 tahun, dirinya pun aktif memotori komunitas jelajah sejarah Malamuseum. Komunitas ini dirintis semasa berkuliah di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. 

Pengalaman dan program inspiratifnya membuat Sam terpilih sebagai Duta Museum Jenderal Sudirman. Menurutnya suasana museum bersejarah ini diharap jauh lebih nyaman dikunjungi khususnya bagi penyandang disabilitas.

“Saya yakin Museum Jendral Sudirman ini mampu wujudkan fasilitas ramah difabel bagi saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus,” ungkap Sam pada Jumat (4/8/2017).

Pengelola Museum Jenderal Sudirman menyambut baik gagasan Duta Museum Samantha Aditya Putri. Kolonel Arm Hery Purwanto menjelaskan, program ini sekalian langkah awal bagi Museum Jenderal Sudirman untuk berbenah.

“Gagasan positif dari Duta Museum diharap dapat meningkatkan kunjungan tanpa terkecuali. Ke depan nanti fasilitas museum diupayakan lebih ramah bagi kebutuhan disabilitas,”jelasnya.

Sebanyak 100 penyandang disabilitas dan masyarakat umum mengikuti acara bertema Museum Ramah Difabel, Jumat (4/8) kemarin. Komunitas Deaf Art Community didampingi penerjemah bahasa isyarat melakukan jelajah ruang-ruang museum, yang berlanjut dengan Kelas Bahasa Isyarat.

Pada kesempatan itupun hadir Ir. Mohammad Teguh Soedirman, Putra Bungsu dari Panglima Besar Jenderal Sudirman. Ia berharap generasi muda menanam prinsip perjuangan seperti halnya Pak Dirman.

“Semasa hidupnya beliau tidak pernah patah semangat dan selalu menepati janji, terutama untuk tugas-tugas negara. Saya rasa teladan ini harus dipunyai oleh setiap anak muda Indonesia,” ungkap pria berusia 68 tahun ini.

Panglima Besar Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya dalam kondisi sakit paru-paru yang amat parah. Kondisi itu membuat Pak Dirman jarang bertemu ketujuh putra-putrinya. Oleh karena itu, semangat berkarya yang tinggi, sekaligus keperdulian pada sesama, dirasa perlu muncul dalam diri anak muda Indonesia. Seperti halnya visi dan misi Duta Museum masa kini yang diwujudkan oleh Samantha Aditya Putri. (*)

Kiriman Citizen Reporter Stevania Ocha

Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help