TribunJogja/

Ratusan Peserta Melakukan Flashmob With Code di Museum Sandi

Ratusan orang tersebut melakukan Flashmob with code yaitu, flashmob dengan gerakan dance yang dikolaborasikan dengan sandi semaphore.

Ratusan Peserta Melakukan Flashmob With Code di Museum Sandi
tribunjogja/pradito rida pertana
Ratusan orang melakukan flashmob with code, kegiatan ini dilakukan di halaman Museum Sandi Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan orang mengenakan pakaian pramuka, sembari memegang bendera semaphore nampak memenuhi halaman Museum Sandi Yogyakarta.

Ratusan orang tersebut melakukan Flashmob with code yaitu, flashmob dengan gerakan dance yang dikolaborasikan dengan sandi semaphore, Kamis (3/8/2017).

Andra Bedy Eko Setiawan (26), Duta Museum Sandi Yogyakarta menuturkan, peserta flashmob kali ini berjumlah ratusan meliputi beberapa komunitas dan siswa SMP di Kota Jogja.

Ia juga mengungkapkan, jumlah peserta yang mengikuti acara tersebut melebihi perkiraannya.

"Ada 270 siswa SMP yang ikut, dari SMP 1, 170 orang dan dari SMP 9, 100 orang. Kegiatan ini juga menggandeng beberapa komunitas seperti, Ikatan Duta mlMuseum 2017, Sahabat Museum Sandi, dan Jogja Museum Lovers, dan pramuka. Jumlah peserta diluar perkiraan, tadinya narget 100 tapi yang daftar sampai 400 orang. Karena melihat tempat jadi hanya kami ambil 270 peserta saja," katanya.

Menurutnya, Flashmob dengan mengkolaborasikan sandi dengan koreografi jarang dilakukan dan ini merupakan kali pertama di Yogyakarta.

Dalam flashmob ini para peserta akan membentuk sebuah kata yaitu sandi, diikuti dengan gerakan semaphore.

"Tidak pernah saya jumpai flashmob dengan semapor sebelumnya, ini yang pertama di Jogja bahkan di Indonesia. Nanti usai pemberian materi sandi semaphore peserta akan mengaplikasikan sandi semaphore dalam flashmob. Flashmob akan membentuk S-A-N-D-I," jelasnya.

Ia menambahkan, digelarnya acara tersebut dapat mengenalkan dan memunculkan keinginan masyarakat untuk berkunjung ke Museum Sandi.

Terutama anak-anak, dimana saat ini kebanyakan anak-anak lebih suka bermain gadget daripada mengunjungi Museum.

"Banyak masyarakat, khususnya masyarakat Kota Jogja belum tahu kalau ada museum sandi disini. Dengan acara ini semoga masyarakat, terutama anak-anak mengenal dan ingin mengunjungi Museum Sandi. Kami mengajak kawula muda untuk mempelajari museum, jangan hanya bermain gadget saja, keluar dan cintailah museum karena banyak sejarah yang bisa dipelajari," pungkasnya. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help