Vaksin Measles Rubella Belum Disertifikasi Halal ke MUI

Terkait isu mengenai vaksin MR tidak halal, pihaknya memang mengakui belum melakukan sertifikasi kehalalan ke MUI

Vaksin Measles Rubella Belum Disertifikasi Halal ke MUI
Tribun Jogja/Hening Wasisto
DISUNTIK - Salah satu siswa SDN Lempuyangwangi tengah disuntik vaksin MR oleh tim puskesmas Danurejan I, Selasa (1/8/2017). 

RIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terkait penolakan imunisasi MR oleh beberapa sekolah karena dinilai haram, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek berpendapat bahwa sesuai dengan keterangan MUI, imunisasi pada dasarnya diperbolehkan.

Ia juga mengajak pihak-pihak terkait untuk menjelaskan pentingnya melakukan imunisasi kepada masyarakat, khususnya imunisasi MR.

"Jika ada penolakan, maka perlu dilakukan komunikasi untuk menjelaskan mengapa kita perlu untuk melakukan imunisasi. Pak presiden tadi juga mengatakan bahwa jika bisa dicegah mengapa tidak dilakukan. Dijelaskan dalam MUI No.4 tahun 2016 bahwa imunisasi dibolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu," katanya

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie menuturkan, mengenai beberapa sekolah di DIY yang menolak imunisasi MR, menurutnya hal tersebut bukan penolakan tapi sekolah tersebut cakupannya belum maksimal.

"Sebenarnya sekolah itu bukan menolak tetapi memang cakupannya belum maksimal. Saya luruskan lagi, kalau menolak itu tidak, karena thoh dilakukan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) juga sudah dilakukan juga di sekolah itu," katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah tersebut perlu mendapatkan advokasi dan edukasi mengenai imunisasi, khususnya imunisasi MR.

Pihaknya juga mengharapkan pihak-pihak terkait berpartisi dalam pemberian edukasi kepada sekolah-sekolah tersebut.

"Menurut kami sekolah itu perlu mendapatkan advokasi dan edukasi yang lebih banyak lagi lah. Oleh karena itu, kami bersama Kementrian Agama, Dispora, kemudian MUI akan turun bersama untuk memberikan edukasi kepada wali santri dan wali murid sekolah itu," ujarnya.

Dinilai Haram

Sambungnya, penolakan beberapa sekolah terjadi karena dianggap vaksin MR mengandung bahan yang dinilai haram. Menururnya kandungan dalam vaksin tersebut halal dan layak untuk digunakan sebagai vaksin.

Halaman
12
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved