TribunJogja/

AMPPY Laporkan Kasus Pungli Sekolah ke ORI Perwakilan DIY

Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan pungutan liar yang dilakukan berbagai sekolah bermodus sumbangan.

AMPPY Laporkan Kasus Pungli Sekolah ke ORI Perwakilan DIY
Tribun Jogja/ Ikrar Gilang Rabbani
Seorang orangtua murid melaporkan dugaan pungli yang terjadi di SMA anaknya diterima ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrar Gilang Rabbani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pegiat Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY) mendatangi Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, Selasa (1/8/2017) siang.

Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan pungutan liar yang dilakukan berbagai sekolah bermodus sumbangan.

Manajer Kampanye dan Advokasi Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA), Dyah Roessusita, mengatakan AMPPY telah menerima aduan orang tua murid dari 22 sekolah terdiri dari SD, SMP, dan SMA-SMK yang diduga melakukan pungli.

Sekolah-sekolah tersebut meminta sumbangan kepada orang tua murid namun hukumnya wajib.

"Sumbangan yang dipungut ke SMA itu boleh, asalkan suka rela dalam hal besaran dan waktunya pun tidak ditentukan, itu pun besaran kebutuhan harus hasil musyawarah terlebih dahulu, tapi ini tidak," ujar Dyah pada Selasa (1/8/2017).

Ia menjelaskan, pihak sekolah memberitahukan kepada para orangtua murid saat forum terbuka.

Pihak sekolah banyak yang tidak memberikan kertas pengumuman rincian pembayaran, namun hanya melalui slide di layar proyektor.

Alasan sekolah karena Petunjuk Teknis (Juknis) Pungutan dan Sumbangan dari Dinas Pendidikan belum ditetapkan.

"Pihak sekolah juga tidak bisa menunjukkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) dengan alasan masih disusun," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: gil
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help