TribunJogja/

Warung Tombo Kangen Bu Bagyo Bisa Jadi Obat Rindu Jajanan Kuno

Bagi yang rindu berbagai jajanan pasar tradisional, Warung Tombo Kangen Bu Bagyo bisa menjadi tujuan di Pasar Kangen yang diadakan sejak 22-29 Juli

Warung Tombo Kangen Bu Bagyo Bisa Jadi Obat Rindu Jajanan Kuno
Tribun Jogja/Gaya Lufityanti
Warung Tombo Kangen Bu Bagyo bisa menjadi tujuan di Pasar Kangen 2017 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi yang rindu berbagai jajanan pasar tradisional, Warung Tombo Kangen Bu Bagyo bisa menjadi tujuan di Pasar Kangen yang diadakan sejak 22 hingga 29 Juli ini.

Pemiliknya, Bu Bagyo sehari-harinya dapat ditemukan di Pasar Kolombo menjajakan jajanan berupa lupis, cenil dan klepon mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

"Awalnya saya berjualan gudeg sejak 1975, kemudian sejak harga bahan baku yang naik pada tahun 2000 saya berjualan lupis, klepon, cenil. Kalau dari ketersediaan bahan baku, singkong sebagai bahan umumnya selalu ada di pasaran," ujarnya.

Lupis sendiri merupakan sajian tradisional yang terbuat dari beras ketan yang dihidangkan dengan kelapa parut dan siraman gula jawa cair.

Sementara klepon sendiri dibuat dari tepung beras ketan berbulirkan kelapa parut yang berisikan gula jawa.

Sekilas, klepon nampak seperti bola-bola kecil berwarna hijau yang jika digigit akan muncul ledakan manis di dalam mulut.

Sebagaimana jajanan tradisional lainnya, warna hijau yang menjadi ciri khas klepon ini didapatkan dari bahan pewarna yang berasal dari saun suji atau daun pandan.

Sedangkan cenil sendiri dibuat dari pati ketela pohon yang dibentuk bulat-bulat atau kotak-kotak kecil.

Cita rasa cenil ini didapat dari gurihnya kelapa parut dan manisnya taburan gula pasir atau gula halus yang menyelimutinya.

Umumnya, cenil ini menarik perhatian lantaran memiliki warna-warna yang ceria, semisal merah, kuning, hijau hingga putih.

Dahulu kala, makanan-makanan yang dominan memiliki rasa manis ini dapat dengan mudah ditemui. Seiring berkembangnya jaman, penjual jajanan pasar ini pun semakin langka.

"Karenanya kami ikut Pasar Kangen ini untuk mengenalkan kembali jajanan pasar ke anak muda. Kami juga terus berjualan di Pasar Kolombo agar makanan ini tetap lestari," imbuhnya. (tribunjogja.com)

Penulis: gya
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help