TribunJogja/

Istri Dicekik Hingga Tewas Gara-gara Minta Baju Sembahyang. Mayatnya Digantung di Pohon Kopi

Redin yang tidak memiliki uang sebesar Rp 200 ribu pun menolak permintaan istrinya hingga terjadi adu mulut diantara keduanya.

Istri Dicekik Hingga Tewas Gara-gara Minta Baju Sembahyang. Mayatnya Digantung di Pohon Kopi
ist
Kasus pembunuhan Ni Wayan Lenyod warga Banjar Landih, Desa Landih, Bangli, Bali, Senin (27/2/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANGLI– Dua orang polisi bersenjata tampak bersiaga didepan ruang sidang.

Pasalnya pada hari ini, Selasa (25/7/2017), I Ketut Redin alias Nang Darmika (50), pelaku pembunuhan terhadap korban Ni Wayan Lenyod (44) yang tidak lain adalah istrinya sendiri, divonis pidana penjara selama delapan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangli.

Hakim ketua, A.A. Putra Wiratjaya menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan meninggalnya korban dan melanggar pasal 44 Ayat (3) UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Vonis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Erik Sumyanti dalam sidang sebelumnya yang menuntut hukuman 10 tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan.

Dalam menjatuhkan vonis, majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa.

Adapun keadaan- keadaan yang memberatkan terdakwa yakni, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban, I wayan Lenyod meninggal dunia, perbuatan tersebut dilakukan terhadap istrinya sendiri, ditambah terdakwa berusaha menutupi perbuatanya seolah-olah korban I Wayan Lenyod bunuh diri.

Sedangkan hal yang meringakan, terdakwa berlaku sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum, serta mengakui dan menyesali perbuatannya sehingga memperlancar jalannya persidangan.

“Atas pertimbangan tersebut, kami dari majelis hakim menjatuhkan pidana kepada I Ketut Redin alias Nang Darmika dengan pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” tegas Hakim Ketua A.A Putra Wiratjaya.

Atas vonis hakim ini, Redin yang saat itu tidak didampingi pengacaranya menyatakan menerima putusan majelis hakim tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan yang dilakukan Redin terhadap istrinya sendiri yakni Ni Wayan Lenyod sempat menggemparkan warga desa Landih, Bangli pada bulan Februari lalu.

Halaman
123
Editor: iwe
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help