Delapan Desa di Magelang Ini Disebut Rawan Kekeringan

Sebagian besar daerah tersebut, berada di kawasan lereng perbukitan Menoreh.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mengambil langkah untuk mengantisipasi musim kemarau yang mulai melanda.

Sejauh ini, terdapat delapan desa yang masuk dalam kategori langganan kekeringan. Sebagian besar daerah tersebut, berada di kawasan lereng perbukitan Menoreh.

Adapun kedelapan desa itu antara lain, Desa Banyudono (Kecamatan Dukun), Margoyoso (Kecamatan Salaman), Bumiharjo, Kenalan, Kembanglimus, Wringinputih, Candirejo dan Tegalarum (Kecamatan Borobudur). Kekeringan seringkali terjadai di desa-desa tersebut, saat memasuki musim kemarau.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta untuk dilakukan maping terkait kawasan rawan kekeringan, supaya dari tahun ke tahun muncul update wilayah secara berkala.

Kini, salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah setempat adalah melakukankan dropping air bersih.

"Sementara kita solusikan dropping air, supaya masyarakat tetap bisa mendapat pasokan air bersih. Kemudian, untuk tahun berikutnya, bisa kita bikinkan jalur-jalur aliran air, atau istilahnya pipanisasi, hingga dibuatkan sumur bor. Tapi, kita masih ada kendala soal ketersediaan sumber mata air," cetusnya, Senin (24/7/2017).

Sementara itu, Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, menuturkan kalau delapan desa yang masuk dalam kategori langganan kekeringan, selalu minta dropping air bersih setiap musim kemarau.

Namun, untuk tahun ini, baru warga Desa Margoyoso yang meminta dropping air bersih. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved