TribunJogja/

Ramai Diperbincangkan! Wisatawan Kaliadem Ditawari Naik Ojek atau Dianter Bayar Rp30 Ribu.

Dunia pariwisata di Sleman kembali tercoreng dengan adanya kasus dugaan pungutan liar yang ada di akses obyek wisata kawasan Kaliadem

Ramai Diperbincangkan! Wisatawan Kaliadem Ditawari Naik Ojek atau Dianter Bayar Rp30 Ribu.
YOUTUBE | Novian Muhammad Liniaji | Facebook ?ReNdy Hendra
Kolase Foto Wisata Kaliadem, Sleman 

Alasan pemakaian ojek ini menurut Habib disebabkan medan jalan ke Kinahrejo dan Kaliadem tidak mudah.

Sering terjadi kecelakaan di medan tersebut. Selain itu lahan parkir di Kaliadem maupun KInahrejo tidak luas.

Ketika dikonfirmasi Tribun Jogja, Habib mengatakan pihaknya sedang berusaha menemui warga untuk melakukan klarifikasi. "Nanti saja, mas. Saya mau ketemu warga dulu," katanya.

Postingan Rendy juga mengundang BUMDes Umbulharjo untuk bersuara.

Ketua BUMDES Umbulharjo, Hernawan Fauzy mengatakan, pihaknya mengakui adanya kegiatan ilegal semacam ini. Pihak pemerintah desa pun menurutnya telah berusaha melakukan penertiban.

"Ojek semacam itu sudah beberapa kali dibina. Ojek sifatnya sukarela. Sayangnya ada oknum yang tetap melakukan hal semacam itu," katanya kepada Tribun Jogja.

Pria yang akrab disapa Jawir ini mengungkapkan, di kawasan Umbulharjo ada sekitar 20 tukang ojek. Namun yang nekad melakukan aksi ilegal ini hanya beberapa orang saja.

Mobil dan motor di belakang rumah Mbah Marijan.
Mobil dan motor di belakang rumah Mbah Marijan. ((Tribun Jogja/Hamim))

"Rencananya oknum tersebut akan dipanggil besok. Kalau masih mengulangi, akan ada tindakan tegas karena sudah masuk ke ranah pemaksaan. Bisa sampai lapor polisi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih mengatakan pihaknya telah menerima laporan tentang dugaan pungli ini. Pihaknya pun akan melakukan pengecekan ke lapangan.

"Untuk retribusi ke Kaliadem resminya hanya di TPR. Hari biasa Rp 2 ribu dan Sabtu-Minggu Rp 3 ribu. Pemkab lewat Dispar telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan desa Kepuharjo, Umbulharjo dan Glagaharjo. Desa menunjuk warga yang ditugaskan. Semua tiket dan tanda petugas pemungut dari dispar. Tiket di luar itu tidak diperkenankan," katanya.

Halaman
123
Penulis: toa
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help