TribunJogja/

Pihak Yayasan BTI Menyayangkan Pindahnya Proses Belajar Mengajar

Pihak yayasan BTI menyayangkan perpindahan tempat belajar tersebut dan pihaknya menyebut tindakan tersebut ilegal.

Pihak Yayasan BTI Menyayangkan Pindahnya Proses Belajar Mengajar
tribunjogja/pradito rida pertana
Puluhan murid SD dan SMP Bhineka Tunggal Ika duduk lesehan di Ndalem Notoprajan sembari memperhatikan penjelasan dari guru-gurunya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Permasalahan mengenai kepindahan proses belajar mengajar puluhan murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bhineka Tunggal Ika (BTI) ke Ndalem Notoprajan ditanggapi oleh pihak yayasan.

Pihak yayasan BTI menyayangkan perpindahan tempat belajar tersebut dan pihaknya menyebut tindakan tersebut ilegal.

"Itu adalah tindakan ilegal, karena kami tidak pernah memberi izin mengenai pemindahan itu. Kami menyayangkan murid-murid yang seharusnya bisa belajar di sekolah malah pindah ke tempat lain," kata Mustofa, seorang Pembina Yayasan BTI.

Lanjutnya, pihak yayasan prihatin terhadap perpindahan proses belajar mengajar yang dialami muridnya.

Menurut Mustofa, pihaknya juga telah menghubungi para wali murid untuk mengantarkan anaknya kembali ke sekolahan dan kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.

Baca: Penonaktifan Manager, Guru, dan Staf Sekolah BTI Dilakukan Sepihak oleh Yayasan

"Saya bingung, sekolahannya masih ada dan bisa digunakan tapi mengapa memilih pindah yang belajar. Kami sudah menghubungi wali murid untuk membawa anaknya kembali ke sekolah," jelasnya.

Ia menambahkan, mengenai penonaktifan beberapa manager, guru, dan staf dikarenakan para karyawan tersebut bekerja kurang optimal.

Baca: Guru di Sekolah BTI Sempat Tidak Digaji oleh Yayasan

Baca: Kunci Ruangan Diganti oleh Oknum Yayasan, Siswa Tidak Bisa Belajar di Sekolah

Sehingga, membuat pihaknya mengalami permasalahan mengenai dana yang keluar untuk operasional hingga menggaji para karyawannya. (tribunjogja.com)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help