TribunJogja/

Penonaktifan Manager, Guru, dan Staf Sekolah BTI Dilakukan Sepihak oleh Yayasan

Penonaktifan para karyawan sekolah Bhineka Tunggal Ika (BTI) Yogyakarta dilakukan sepihak beberapa karyawan oleh pihak yayasan.

Penonaktifan Manager, Guru, dan Staf Sekolah BTI Dilakukan Sepihak oleh Yayasan
tribunjogja/pradito rida pertana
Puluhan murid SD dan SMP Bhineka Tunggal Ika duduk lesehan di Ndalem Notoprajan sembari memperhatikan penjelasan dari guru-gurunya. 

Surat tersebut yang berisi ancaman agar pihaknya hadir pada 5 Juli 2017 guna interview ulang.

Jika pihaknya tidak hadir dan tanpa konfirmasi kepada pihak operasional yayasan maka, secara otomatis dianggap tidak melanjutkan bekerja di sekolah BTI.

"Saya sudah 9 tahun kerja di BTI, yang mewawancara calon guru dulu juga saya, masak harus wawancara lagi seperti karyawan baru. Itu kan aneh, rata-rata tidak ada yang berangkat interview, walaupun ada satu, dua yang ikut karena takut," ucapnya.

Karena hal tersebut, menurut Theresia, ada 20 orang yang dianggap sudah mengundurkan diri oleh pihak yayasan.

20 orang teraebut terdiri dari, 1 manager, 2 kepala sekolah, 7 guru SMP, 9 guru SD, serta 1 staf admin yang posisinya dianggap telah mengundurkan diri.

Walau begitu, ia menambahkan, puluhan orang itu hingga saat ini masih melakukan pengajaran terhadap murid-muridnya di Ndalem Notoprajan.

Theresia memang memiliki harapan untuk bisa kembali ke sekolah BTI, namun dengan syarat tertentu.

"Harapannya bisa ke sekolah lagi untuk proses belajar dan mengajarnya, karena disini kan fasilitasnya kurang, kasihan anak-anak. Kami mau kembali, tapi dengan catatan kedua orang itu (Susi Indrawati selaku pembina dan Ir. Bambang Siswanto sebagai pengawas yayasan) keluar dari BTI," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi terhadap pihak yayasan BTI. (tribunjogja.com)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help