TribunJogja/

PDAM Surabaya Pastikan Kondisi Air Baku Masih Aman

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya memastikan kondisi air baku untuk air bersih Surabaya masih dalam kondisi aman

TRIBUNJOGJA.COM - Meski belakangan ini marak diberitakan tercemarnya air sungai Surabaya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya memastikan kondisi air baku untuk air bersih Surabaya masih dalam kondisi aman.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Mujiaman mengatakan air baku yang dibeli dari PT Jasa Tirta memang harus diterima sebagaimana adanya.

Kondisi air sungai Surabaya yang ada di hilir memang membawa risiko kualitas yang tidak begitu baik.

"Apa yang ada ya harus kita terima bentuk air bakunya. Itu tugas kami untuk mengolah air baku tersebut untuk bisa menjadi air bersih dan memenuhi baku mutu yang disyaratkan," ucap Mujiaman saat jumpa pers di Kantor Bagian Humas Kota Surabaya, Senin (17/7/2017).

Menurutnya ada tiga hal yang selama ini menjadi langkah PDAM menproduksi air bersih dengan mengolah air baku yang selama ini kualitasnya selalu semakin menurun.

"Yang pertama adalah meningkatkan bahan kimia, meningkatkan resident time, dan mengatur parameter tertentu agar tujuan kualitas air minum bisa tercapai," tandas Mujiaman.

Menurutnya produksi air minum Surabaya memang bergantung dengan air baku. Selama ini memang terjadi fluktuasi bergantung dari pencemaran air.

"Selain sampah yang juga menjadi bahan pencemaran adalah logam berat," tutur Mujiaman.

Namun pihaknya menegaskan dengan kondisi pencemaran yang tinggi pada air baku, tentu hal ini akan meningkatkan biaya pengolahan air.

Akan tetapi wali Kota Surabaya sudah mewanti bahwa harga air minum di Surabaya tidak boleh ada kenaikan. Padahal saat ini harga per meter kibik air PDAM yang dinikmati warga Surabaya hanya ditarif Rp 350 saja.
 

"Harga tarif ini termurah di Indonesia. Dari pelanggan kita sebanyak 500 ribu jaringan, 80 persennya menggunakan tarif subsidi Rp 350 per meter kibik air. Sedangkan 20 persennya menggunakan tarif normal," ucap Mujiaman. Yaitu hotel, industri, apartemen dan pusat perbelanjaan.

PDAM bisa menjaga posisi harga dengan tidak nak selama 12 tahun dikatakan Mujiaman adalah hasil kreativitas pegawainya yang harus berpikir untuk tetap bisa menghasilkan kualitas air yang meningkat tapi tidak dibarengi dengan kenaikan harga.

"Oleh sebab itu kami meminta kepada warga Surabaya untuk lebih sadar dan cinta lingkungan. Tidak membuang sampah ke sungai," katanya. (Surya)

Editor: dik
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help