TribunJogja/

Maling Motor Tewas Setelah Peluru Polisi Menembus Lehernya

Polisi yang mengejar sempat menergoki Ali bersama komplotan lainnya. Sempat terjadi kejar mengejar sekitar pukul 1.00 wib.

Maling Motor Tewas Setelah Peluru Polisi Menembus Lehernya
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - M Ali Fatah (37) warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang tewas setelah melarikan diri usai mencuri motor Honda Beat N 5921 ETE.

Dua peluru petugas Polsek Sukun bersarang di leher dan punggungnya.

Ia tewas seketika di lokasi saat tepergok petugas yang mengejarnya di Kecamatan Pronojiwo, Kab Lumajang, Minggu (16/7/2017) sekitar pukul 1.30 WIB.

Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata menjelaskan, Ali merupakan sindikat sekaligus residivis ranmor.

Ia beraksi di depan Warnet Jaya Net Jl Raya Kepuh 35 A Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Minggu (16/7/2017) sekitar pukul 20.00 wib.

Ia membawa lari motor sewaan yang dibawa oleh Simor, seorang warga adal Nusa Tenggara Timur. Ali tak tahu kalau di motor terdapat GPS sehingga memudahkan petugas melacak keberadaan motor.

"Petugas langsung mengejar setelah mendapat laporan," ujar Nandu, Senin (7/7/2017).

Ternyata Ali melarikan diri ke arah Lumajang. Polisi yang mengejar sempat menergoki Ali bersama komplotan lainnya. Sempat terjadi kejar mengejar sekitar pukul 1.00 wib.

"Begitu tahu ada polisi di belakang, komplotannya ini melarikan diri," tambah Nandu.

Sekitar pukul 1.30, Ali berhasil diberhentikan petugas. Saat itu, Ali langsung mengeluarkan pisau sangkur untuk melawan petugas.

Petugas yang menjaga jarak sempat memberit tiga kali tembakan peringatan ke arah udara.

"Namun karena tidak menyerah, petugas kami melakukan tindakan pembelaan diri ketika Ali menyerang. Ada empat orang petugas yang saat itu mengejar Ali," jelasnya.

Ali langsung tewas di lokasi karena timah panas bersarang di leher dan punggung. Di lokasi, petugas berhasil mengamankan puluhan mata kunci T, STNK, sangkur, linggis, dan botol isap.

"Diduga ia juga pengguna obat-obatan," terang Nandu. (Surya)

Editor: dik
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help