TribunJogja/

Karyawan Sindo Yogya Tuntut Pesangon Penuh

Sejumlah karyawan Koran Sindo Biro Yogya mendatangi ke Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.

Karyawan Sindo Yogya Tuntut Pesangon Penuh
Tribun Jogja/Pradito Rida P
Kedatangan sejumlah karyawan Koran Sindo Biro Yogya ke Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta. 

"Pekerja di Biro Jateng hanya ditawari setengah dari PMTK atau hanya seperempat dari pesangon yang seharusnya diterima," kata wartawan yang sudah bekerja selama 10 tahun di Koran Sindo ini.

Atas dasar itu, pekerja melalui dinas terkait mengadukan nasibnya atas kebijakan perusahaan yang sudah melenceng dari perundang-undangan.

"Kami legawa di-PHK, tapi tolong berikan hak-hak kami sesuai undang-undang, yakni pesangon penuh sesuai dalam pasal 164 ayat (3)," tegasnya.

Lebih lanjut Deva mengungkapkan, sejak awal bergulirnya PHK di sejumlah biro di Indonesia, pekerja hanya ditawari uang kebijaksanaan berupa 2-4 kali gaji.

Bahkan tidak jarang pekerja saat melakukan proses negoisasi mendapat semacam intimidasi.

"Intimidasi itu misalnya kalau pekerja menolak uang kebijaksanaan, maka Danapera tidak bisa dicairkan secara penuh," katanya.

Sebagai gambaran, Danapera merupakan tabungan atau jaminan hari tua bagi pekerja.

Iuran Danapera berasal dari potongan gaji pekerja setiap bulan. Besaran potongan iuran Danapera ini bervariasi, tergantung masa kerjanya.

"Danapera kan tabungan setiap pekerja. Masa pekerja yang menolak uang kebijaksanaan, Danapera hanya dibayarkan 20-30% saja," keluhnya.

Sementara itu, Kasie Hubungan Industrial Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Yogyakarta, Bob Rinaldi berjanji akan menindaklanjuti aduan tersebut.

Dia mengatakan, sebenarnya persoalan PHK dan pesangon itu simpel.

"Sebenarnya mudah, ikuti aturan perundang-undangan yang ada selesai," pungkasnya. (tribunjogja.com)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help