TribunJogja/

Guru di Sekolah BTI Sempat Tidak Digaji oleh Yayasan

Guru yang mengajar anak-anaknya di sekolah gajinya sering dipotong, terlambat dibayarkan, sampai tidak digaji berbulan-bulan.

Guru di Sekolah BTI Sempat Tidak Digaji oleh Yayasan
tribunjogja/pradito rida pertana
Siswa siswi SD dan SMP Bhineka Tunggal Ika melakukan proses belajar mengajar di Ndalem Notoprajan, Yogyakarta. 

Pembayaran gaji tersebut usai dilakukan pertemuan antara pihak yayasan dan pihak sekolah pada bulan lalu.

"Pada Senin 10 Juli 2017, Koh Bing berinisiatif untuk mempertemukan ketiga orang yayasan dengan guru, manager, dan kepala sekolah. Pertemuan itu juga dihadiri pula oleh M. Achadi (sekretaris umum) dan Iwan Zulkarnein (sekretaris), Koh Bing (Bendahara Umum), serta pihak Binmas Polsek Jetis. Dalam kesempatan itu, Koh Bing secara resmi melegalkan seluruh hutang yayasan yang dipinjam untuk gaji guru," jelasnya.

Lebih lanjut, mengenai kekurangan yang belum dibayarkan oleh pihak yayasan, yaitu potongan gaji selama 12 bulan, gaji manager selama 5 bulan, dan hutang yayasan kepada manager sejumlah Rp. 55 juta.

Pihak yayasan pusat berharap para guru dan manager BTI yang masih mengalami kekurangan dalam hal pembayaran, untuk meminta langsung ke yayasan melalui, Susi Indrawati selaku pembina dan Ir. Bambang Siswanto sebagai pengawas yayasan.

Sebelumnya, pemindahan proses belajar mengajar ke Ndalem Notoprajan dilakukan pihaknya, karena wali murid SD dan SMP yang tergabung dalam komite sekolah memberikan dukungan dan kepercayaan penuh terhadap pihaknya.

"Komite sekolah meminta agar proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan 17 Juli 2017 tetap berlangsung, meski tidak harus dilakukan di gedung sekolah BTI. Hal itu dilakukan, karena wali murid sudah percaya pada kami dan ingin yang mengajar anak-anaknya adalah kami," pungkasnya. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help