TribunJogja/

Guru di Sekolah BTI Sempat Tidak Digaji oleh Yayasan

Guru yang mengajar anak-anaknya di sekolah gajinya sering dipotong, terlambat dibayarkan, sampai tidak digaji berbulan-bulan.

Guru di Sekolah BTI Sempat Tidak Digaji oleh Yayasan
tribunjogja/pradito rida pertana
Siswa siswi SD dan SMP Bhineka Tunggal Ika melakukan proses belajar mengajar di Ndalem Notoprajan, Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemindahan proses belajar mengajar puluhan murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bhineka Tunggal Ika (BTI) ke Ndalem Notoprajan dipengaruhi banyak hal.

Beberapa diantara hal yang mempengaruhi pemindahan tersebut ialah dipotongnya gaji, hingga tidak dibayarkannya gaji kepada guru-guru di sekolah tersebut.

Theresia Nariza (36), Kepala Sekolah SMP BTI Yogyakarta menuturkan, ia bersama beberapa guru di BTI selalu mengalami keterlambatan mengenai penerimaan gaji, bahkan sempat beberapa bulan tidak menerima gaji.

Menurutnya, pihak yayasan tidak mampu membiayai operasional sekolah sejak tahun ajaran 2016 dimulai.

"Kurang lebih dalam setahun ini tidak ada pendanaan dari yayasan kepada sekolah. Dari tahun lalu gaji kami sering dipotong dan terlambat dalam penerimaan gaji, itu dilakukan sepihak oleh yayasan tanpa alasan yang jelas. Puncaknya, Manager dan Guru-guru sempat tidak dibayar selama 3 bulan di tahun 2017. Kami sudah sering melakukan mediasi dan menanyakan masalah gaji, tapi yayasan selalu berbelit-belit dan tidak memberi solusi," katanya saat ditemui tribunjogja.com di Ndalem Notoprajan, Senin (17/7/2017).

Lanjutnya, mengetahui bahwa guru yang mengajar anak-anaknya di sekolah gajinya sering dipotong, terlambat dibayarkan, sampai tidak digaji berbulan-bulan.

Para wali murid mendesak pihak yayasan untuk segera memberikan gaji kepada para guru dan manager di sekolah tersebut.

"Wali murid tahu kalau kami belum digaji selama 3 bulan, untuk itu mereka mendesak yayasan melalui petisi komite sekolah, pada Jumat 23 Juni 2017 (dua hari sebelum lebaran). Gaji pun dicairkan oleh yayasan, namun selama dua bulan, sedangkan manager sekolah belum bisa digaji," ucapnya.

Theresia menambahkan, gaji yang dibayarkan berasal dari sumbangan Bendahara Yayasan yaitu, Hoei Herianto Kurniawan atau ia sering memanggilnya dengan sapaan Koh Bing.

Halaman
12
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help