TribunJogja/

Waduh! 400 Buku Koleksi Perpustakaan Kota Belum Kembali dan Masuk Bengkel

Beberapa buku yang harus masuk ke bengkel buku lantaran ada kerusakan di bagian sampul.

Waduh! 400 Buku Koleksi Perpustakaan Kota Belum Kembali dan Masuk Bengkel
sinarharapan.co
Perpusda Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 400 buku koleksi perpustakaan diketahui belum dikembalikan oleh pemustaka dan harus dirawat intensif di bengkel buku.

Beberapa buku yang harus masuk ke bengkel buku lantaran ada kerusakan di bagian sampul.

“Ada beberapa buku yang belum kembali, butuh dicover ulang dan perbaikan di barcode,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogya, Wahyu Hendratmoko, Minggu (16/7/2017).

Ratusan buku yang harus dirawat dan belum dikembalikan ini merupakan akumulasi dari stock opname yang dilakukan pihaknya. Stock opname ini dilaksanakan pada 5 Juni hingga 5 Juli 2017 lalu.

Selama stock opname, Perpustakaan Kota Yogya tidak melayani peminjaman maupun pengembalian buku.

“Sehingga, kemungkinan setelah layanan dibuka lagi akan banyak yang mengembalikan,” paparnya.

Wahyu menjelaskan, saat ini terdapat 36.000 eksemplar dan 30.000 judul buku yang menjadi koleksi perpustakaan. Selama stock opname, pihaknya juga melakukan perbaikan pada layanan lain.

Diantaranya adalah Belinda atau Blind Corner Untuk Anda atau hot spot yang dapat diakses di Taman Masyarakat Sambung Rasa (Tamara).

Adapun untuk resiko kehilangan buku koleksi, kata Wahyu, sangat kecil jumlahnya. Pihaknya akan meminta pemustaka mengganti buku yang hilang dengan buku yang sama.

Apabila buku yang dihilangkan sudah tidak beredar di pasaran, pemustaka tetap diminta mengganti di kelas yang sama.

“Kami tidak menerima penggantian dalam bentuk uang,” ujarnya.

Pihaknya menerapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk penagihan buku, yaitu dimulai dengan menelpon, mengirim pesan singkat (SMS), hingga mengirimi surat ke alamat pemustaka.

“Kami juga mendatangi langsung pemustaka jika alamatnya mudah dijangkau. Kebanyakan akhirnya kembali, apalagi mahasiswa yang mau lulus persyaratanya juga harus bebas perpustakaan,” ulasnya. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help