TribunJogja/

Satu dari 32 Bangunan Warisan Budaya di Kota Yogya Diusulkan Dihapuskan

dasar hukum yang digunakan untuk penghapusan bangunan dari daftar warisan budaya daerah adalah Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 43 Tahun 2017.

Satu dari 32 Bangunan Warisan Budaya di Kota Yogya Diusulkan Dihapuskan
Tribun Jogja/Yoseph Hary W
Bangunan cagar budaya. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu dari 32 bangunan yang ditetapkan sebagai warisan budaya  di Kota Yogya sedang diusulkan untuk dihapuskan oleh pemiliknya.

Usulan penghapusan ini memang sudah diatur dalam peraturan wali kota nomor 43 tahun 2017, dan memerlukan tahapan diantaranya adalah kajian dan verifikasi dari tim ahli cagar budaya (TACB).

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogya, Eko Suryo Maharsono menjelaskan, salah satu bangunan warisan budaya yang diusulkan untuk dihapuskan adalah rumah tinggal. Pihaknya mempersilakan pemilik untuk mengajukan penghapusan.

“Proses penghapusan atas bangunan warisan budaya memang sudah ada payung hukumnya. Akan tetapi, perlu tahapan dan tidak serta mudah dihapuskan,” kata Eko, Minggu (16/7/2017).

Eko menyebutkan, pemerintah kota memang memberikan kesempatan kepada warga untuk mengajukan pencabutan penetapan bangunan yang mereka miliki atau kuasai dari daftar warisan budaya daerah asalkan memenuhi kriteria penghapusan.

Adapun dasar hukum yang digunakan untuk penghapusan bangunan dari daftar warisan budaya daerah adalah Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 43 Tahun 2017.

Di dalam peraturan tersebut ditetapkan enam kriteria bangunan dapat dicabut dari daftar warisan budaya daerah.

Enam kriteria ini adalah benda atau bangunan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, musnah, hilang dan dalam waktu enam tahun tidak ditemukan, mengalami perubahan wujud dan gaya sehingga kehilangan keasliannya.

Atau bisa disebabkan bangunan tersebut di kemudian hari diketahui tidak masuk sebagai warisan budaya dan terbukti bahwa informasi penetapan warisan budaya tidak benar.

"Jadi, tidak semua permohonan yang masuk akan dikabulkan. Harus ada verifikasi dan kajian dari tim ahli cagar budaya terlebih dulu," paparnya.

Dia menambahkan, pengajuan permohonan penghapusan hanya dapat dilakukan oleh masyarakat dalam hal ini pemilik atau warga yang menguasai bangunan warisan budaya.

Permohonan disampaikan secara tertulis ke pemerintah atau dalam hal ini wali kota. Kemudian, ada verifikasi dari TACB terlebih dahulu.

Jika memang bangunan ini disetujui untuk dihapus dari daftar warisan budaya, maka wali kota akan mengeluarkan surat keputusan penghapusan paling lambat 14 hari sejak menerima hasil kajian dari tim ahli cagar budaya (TACB).

Perlu diketahui, saat ini di Kota Yogyakarta terdapat 32 bangunan yang masuk dalam daftar warisan budaya daerah yang ditetapan berdasarkan Perda DIY Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help