TribunJogja/

Banyak Pengawas Sekolah Masih Tak Berkualitas

Seminar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja pengawas sekolah dalam membimbing sekolah-sekolah.

Banyak Pengawas Sekolah Masih Tak Berkualitas
tribunjogja/ikrar gilang rabbani
Ketua Umum Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Pusat Daliman Sofian saat memberikan pengarahan kepada anggota APSI DIY pada Sabtu (15/7) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Pusat melantikan pengurus APSI tingkat DIY periode 2017-2021 pada Sabtu (15/7/2017).

Ketua Umum APSI Pusat Daliman Sofian menilai masih banyak pengawas sekolah yang kurang berkualitas sehingga perlu bimbingan dari Kementerian terkait.

"Tingkat profesionalisme dari para pengawas sekolah ini disadari masih bervariasi, memang ada yang sudah mencapai tingkat kulminasi atau tingkatan tertinggi namun itu hanya sebagian kecil," ujar Daliman pada Sabtu (15/7/2017) usai pelantikan di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

Ia menjelaskan, sebagian besar pengawas masih berada di tingkat menengah atau sekitar 65 persen. Sedang yang sudah masuk kualifikasi tingkat baik baru mencapai 30 persen.

Menurutnya, hal ini sangat dipengaruhi oleh infrastruktur dan akses pengawas di tiap-tiap daerah.

"Kendalanya banyak karena kan mereka membawahi banyak sekolah, sedang akses atau infrastruktur dalam mengawasi sekolah masih banyak batasan sehingga para pengawas daerah ini sangat membutuhkan dukungan semangat kerja dari pusat maupun Kementerian Pendidikan," jelasnya.

Selain pelantikan, para anggota APSI DIY dari empat kabupaten dan satu kotamadya ini mengikuti seminar tentang "Profesionalisme Pengawas Sekolah".

Seminar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja pengawas sekolah dalam membimbing sekolah-sekolah.

"Ada dua hal yang masih lemah, yakni penelitian dan pengembangan dari para pengawas. Ini masih harus dibimbing dan digenjot supaya bisa meningkatkan kualitas kinerja pengawas," ungkapnya.

Sekjen APSI Pusat Dr. Agus Sukoco menjelaskan, setiap pengawasan sekolah memiliki ratio berbeda-beda.

Untuk pengawas Sekolah Dasar, setiap pengawas membina 60 guru atau 10 sekolah. Sedang pengawas Sekolah Menengah Pertama maupun Atas membina 40 guru atau tujuh sekolah binaan.

"Kebijakan pengawasannya diserahkan ke daerah masing-masing, nanti mereka melaporkan langsung ke dinas pendidikan tingkat daerah," jelasnya. (*)

Penulis: gil
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help