TribunJogja/

Armada Trans Jogja Kurang, Operasional Tidak Maksimal

Ia menjelaskan, salah satu yang menjadi penyebab tidak maksimalnya operasional Trans Jogja adalah kurangnya jumlah armada.

Armada Trans Jogja Kurang, Operasional Tidak Maksimal
istimewa
Bus Trans Jogja baru dengan motif batik yang beroperasj di tiga jalur per 25 April 2017 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Operasional bus Trans Jogja masih belum maksimal. Hal tersebut diakui Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan DIY, Gatot Saptadi.

Ia menjelaskan, salah satu yang menjadi penyebab tidak maksimalnya operasional Trans Jogja adalah kurangnya jumlah armada.

"Yang jelas belum sempurna karena jumlah bus belum terpenuhi. Kemarin kita memaksakan jalur 8 dan 10. Saya mengambil armada di jalur lain. Biasanya (satu jalur) 6 (bus), jadi 3 (bus)," terangnya, akhir pekan lalu di Kompleks Kepatihan.

Seperti yang diketahui bersama, jumlah armada Trans Jogja saat ini adalah 105 unit. Sementara idealnya adalah 128 unit.

Jumlah armada yang ada saat ini berasal dari bantuan pusat dengan total 65 unit dan pengadaan dari PT Anandya Mitra Internasional (AMI) sejumlah 40 unit.

Sisa kekurangan tersebut rencananya akan dipenuhi pada Agustus mendatang, yakni melalui PT AMI dan juga PT Jogja Trans Tugu (JTT).

Selain soal armada, Gatot mengaskan pada saat Trans Jogja telah bisa beroperasi maksimal di 17 jalur perkotaan Yogakarta, maka pihaknya akan menempatkan halte portable, bukannya halte permanen.

"Pertimbangannya, permanen ora iso dipindah. Kalau (halte) portable, fleksible. Kita lihat penumpukan jumlah penumpang (bisa disesuaikan)," imbuhnya. (*)

Penulis: kur
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help