TribunJogja/

Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Karyawan

PEMERINTAH seharusnya memperhatikan penyandang disabilitas dengan melaksanakan amanah undang-undang maupun peraturan daerah di provinsi dan kabupaten.

Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Karyawan
Facebook/ Joko Priyanto
Ilustrasi: Muklish asal Gatak, Sukoharjo tetap semangat berjualan telur asin meskipun tubunya memiliki kekurangan. 

PEMERINTAH seharusnya memperhatikan penyandang disabilitas dengan melaksanakan amanah undang-undang maupun peraturan daerah di provinsi dan kabupaten.

Pemerintah mestinya mendorong penyandang disabilitas untuk bisa bekerja di sektor formal.

Artinya bisa menjadi karyawan dan juga bisa mendirikan usaha mandiri bagi penyandang disabilitas.

Pemerintah memang sudah memberi pelatihan, salah satunya di Pundong, Bantul beberapa waktu lalu.

Namun belum semua penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Kemudian mereka disalurkan ke sektor formal. Misalnya, ada perusahaan konveksi, dan karyawan yang memasang kancing adalah para penyandang disabilitas.

Kalau itu bisa berjalan dengan lancar, maka usaha menjadi pegawai formal bisa lebih mudah.

Menurut pengamatan saya, selama ini yang terjadi masih belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Kalau para penyandang disabilitas mencari uang, itu memang keharusan.

Mereka harus bisa berpartisipasi dalam masyarakat, termasuk bisa mandiri dalam artian bisa menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja.

Tapi untuk bekerja di sektor formal dan menjalankan wirausaha mandiri, memang diperlukan dukungan baik dari pemerintah maupun dari masyarakat.

Harusnya pemerintah memberikan pelatihan kemudian setelah lulus pelatihan dilakukan pendampingan.

Sehingga para penyandang disabilitas bisa mendapat kepercayaan untuk memgakses pinjaman modal di bank.

Kemudian jika akan menjalankan bisnisnya sendiri kan juga masih kesulitan baik dari segi kreatifitas menghasilkan suatu barang dan pemasarannya.

Jadi, sangat perlu adanya pendampingan untuk membantu memudahkan kaum difabel.
(*)

*Oleh: Arni Surwanti
Koordinator Forum Penguatan Hak-hak Penyandang Disabilitas

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help