TribunJogja/

Ecer Psikotropika Tanpa Resep Dokter, Pria Asal Brosot Kulonprogo Ini Diciduk Polisi

Pria pengangguran itu ditangkap setelah bertransaksi dengan seorang pelanggannya di Pedukuhan 1 Kutan, Desa Brosot.

Ecer Psikotropika Tanpa Resep Dokter, Pria Asal Brosot Kulonprogo Ini Diciduk Polisi
tribunjogja/singgih wahyu
Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Darma menunjukkan kemasan obat keras yang dijual bebas oleh warga Brosot, Galur. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Seorang warga Desa Brosot, Kecamatan Galur, AK (22) ditangkap petugas kepolisian lantaran menjual obat Yarindo.

Padahal, produk farmasi itu tergolong obat daftar G alias psikotropika yang tak boleh diedarkan secara bebas tanpa resep dokter.

Pria pengangguran itu ditangkap setelah bertransaksi dengan seorang pelanggannya di Pedukuhan 1 Kutan, Desa Brosot.

Aksi pelaku yang menjual eceran obat keras itu memang sudah diendus petugas.

Dari penyelidikan, pelaku diketahui sudah berhasil menjual 3.000 butir pil tersebut dalam dua bulan terakhir dengan mengambil lokasi sekitar Denggung, Sleman.

Saat ditangkap, pelaku telah menjual 30 butir pil kepada seorang konsumen yang kini berstatus sebagai saksi.

Adapun dari penangkapan tersangka itu, petugas mendapatkan barang bukti total 2.970 butir pil Yarindo dalam tiga kemasan toples. yang siap diedarkan.

Terdiri atas 2 toples putih yang masing-masing berisi 1000 butir pil Yarindo, satu toples putih berisi 490 pil, serta satu buah plastik berisikan 48 paket plastik kecil untuk penjualan eceran.

Disita pula sebuah telepon genggam yang digunakan pelaku untuk bertransaksi.

“Ini merupakan jenis obat penenang yang seharusnya memakai resep dokter untuk kebutuhan penggunaannya. Namun oleh pelaku justru dijual secara bebas dengan sistem eceran Rp4000 per butir,” kata Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Darma, Senin (10/7/2017).

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help