TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Sultan : Kami Kewalahan Menghadapi Kenakalan Remaja

Penegakan hukum adalah jalan yang diambil oleh Pemerintah Daerah dan juga pihak kepolisian.

Sultan : Kami Kewalahan Menghadapi Kenakalan Remaja
TRIBUNJOGJA | Bramasto Adhy
PELAKU KLITHIH : Tersangka aksi kejahatan dan kekerasan atau disebut klithih oleh masyarakat Yogyakarta yang menyebabkan satu orang tewas saat ungkap kasus di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (13/3). Dalam kasus tersebut Mapolresta Yogyakarta berhasil mengamankan tujuh tersangka aksi klithih yang rata-rata berusia belasan tahun. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X mengaku kewalahan dengan tindak kekerasan atau kenakalan yang dilakukan oleh anak-anak di Yogyakarta.

Nasehat orang tua dianggap sudah tidak mempan dan pemberian hukuman yang berat adalah langkah yang kini diambil.

Hal itu diungkapkan oleh Sultan di acara Silaturahmi dan Syawalan 1438 Hijriyah di Pendopo Parasamya Bantul, Senin (10/7/2017).

Didepan pejabat dan hadirin lainnya, Sultan mengungkapkan keprihatinannya terkait kenakalan remaja ini, terlebih anak anak tersebut adalah usia sekolah menengah.

"Kami di Jogja ini agak kewalahan juga menghadapi kenakalan anak anak khususnya anak-anak yang berpendidikan SMP, banyak anak anak kita yang banyak melakukan kekerasan. Bukan anak SMA tapi anak SMP, kita ikut prihatin," ujar Sultan.

Penegakan hukum adalah jalan yang diambil oleh Pemerintah Daerah dan juga pihak kepolisian.

"Tidak ada pilihan bagi kami Pemerintah Daerah bersama Kepolisian, akhirnya kami memberanikan diri untuk bertindak untuk melakukan penegakan hukum, karena dengan peringatan-peringatan yang dihadirkan orang tua, dari si anak ternyata tidak berkurang, sehingga kami mengambil tindakan hukum," ujar Sultan.

Menurutnya tindakan tegas dengan penegakan hukum bisa menjadikan suasana yang kondusif. Sultan juga berharap orangtua tidak melepas begitu saja anak-anaknya di luar rumah.

Orangtua diharapkan melakukan monitoring dan evaluasi terkait dengan pergaulan anak anak mereka.

"Kami tidak ingin ya anak anak kita dari pendidikan menengah pertama ini sudah melakukan tindakan kekerasan kekerasan melanggar hukum yang akan bisa membawa konsekuensi tumbuhnya premanisme anak anak kita," ujar Sultan.

Sultan dalam kesempatan yang sama juga mengingatkan terkait bahaya narkoba dan juga radikalisasi. (*)

Penulis: dnh
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help