TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Guru MTs di Bantul yang Hamili Siswinya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Yang bersangkutan ditangkap saat berada di rumah korban dan ingin mediasi namun hal itu ditolak.

Guru MTs di Bantul yang Hamili Siswinya Ditetapkan Sebagai Tersangka
tribunjogja/dwi nourma handito
Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi menunjukkan barang bukti kasus dugaan persetubuhan dengan anak dibawah umur yang dilakukan oleh Pon (53 tahun) di Mapolres Bantul, Senin (10/7/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Guru Bimbingan Konseling (BK) salah satu MTs Negeri di Kabupaten Bantul berinisial P (53 tahun) yang diduga menghamili seorang pelajar berinisial A yang dulu merupakan siswinya akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Senin (10/7/2017) Polres Bantul menggelar press release terkait kasus yang dilaporkan ke polisi pada 20 Juni 2017 ini. Terlapor dinaikan statusnya menjadi tersangka pada 8 Juli 2017.

Adapun tersangka pada 7 Juli 2017 yang bersangkutan ditangkap saat berada di rumah korban dan ingin mediasi namun hal itu ditolak. Kemudian keluarga melaporkan ke polisi dan akhirnya ditangkap.

Baca: Seorang Guru Bimbingan Konseling di Bantul Hamili Siswinya. Mulanya Diajak Curhat Lama-lama Digituin

Barang bukti yang diamankan sebanyak lima buah. Meliputi satu jaket warna jeans warna hitam, satu tangtop warna putih, satu celana panjang warna krem, satu celana dalam warna hitam dan satu buah BH dan satu HP.

"Didapatkan fakta yang mengarah kepada aktivitas terlapor bahwa benar ada serangkaian dugaan tindak pidana asusila," kata Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi.

Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya yaitu, A yang menjadi korban tindak asusila.
Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya yaitu, A yang menjadi korban tindak asusila. (Tribun Jogja/Pradito Rida P)

Atas kasus persetubuhan dengan anak dibawah umur ini kini tersangka ditahan di Polres Bantul dan dikenakan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima hingga 15 tahun penjara.(*)

Penulis: dnh
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help