TribunJogja/

Nenek 117 Tahun asal Kulonprogo. Pagi Bikin Tali, Siang Jualan Pakaian

usia nenek dengan dua anak, empat cucu, dan enam buyut ini memang berusia 117 tahun berdasarkan dokumen kependudukan yang dimiliki seperti ktp

Nenek 117 Tahun asal Kulonprogo. Pagi Bikin Tali, Siang Jualan Pakaian
TRIBUNJOGJA.COM | Singgih Wahyu Nugraha
Suparni, nenek berusia 117 tahun asal Nanggulan masih kuat beraktivitas seperti biasanya meski sudah uzur. 

Tidak ada yang istimewa dari seorang Suparni jika dilihat dalam sekilas pandang. Namun, jika orang bertanya berapa usianya, perempuan itu akan dengan tegas menjawab; 117 tahun.

DERETAN angka yang disebutkan warga Pedukuhan Sadang, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo itu tak bisa disebut biasa-biasa saja. Pasalnya, dengan usia itu, Suparni bakal masuk dalam daftar manusia tertua di dunia.

Nama-nama lain yang juga disebut sebagai manusia tertua di dunia antara lain Almarhum Mbah Gotho dari Sragen (146 tahun) serta Puan Ahmad asal Malaysia (121 tahun). Ada pula Emma Morano asal Italia (117 tahun) ataupun Sakari Momoi asal Jepang (112 tahun).

Ketika awak media mendatangi kediamannya, Rabu (5/7/2017), Suparni memang mengakui usianya 117 tahun meskipun dia sendiri tak begitu mengingat tanggal, bulan, maupun tahun kelahirannya. Adapun usia yang disebutkannya didasarkan pada dokumen kelahiran yang dipegang seorang adiknya.

“Adik saya yang ngopeni (mengurus) surat-surat (identitas kependudukan/kelahiran). Dulu sewaktu pindah dari Purworejo ke Kulonprogo, surat-surat itu tidak saya bawa serta ke sini dan dipegang adik saya,” kata Suparni dalam bahasa Jawa.

Pihak keluarga sendiri mengakui bahwa usia nenek dengan dua anak, empat cucu, dan enam buyut ini memang berusia 117 tahun berdasarkan dokumen kependudukan yang dimiliki seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Sayangnya, menurut buyut Suparni, Verdana Dandi (19), berkasnya terkunci di kamar anak pertama Suparni alias kakeknya sendiri yang tengah keluar rumah dan belum bisa ditemui sehingga kebenaran dokumen itu belum bisa dibuktikan secara sempurna.

Suparni mengaku lahir di daerah Kaligesing, Kabupaten Purworejo sebagai anak sulung dari 9 bersaudara dan sempat menyaksikan masa penjajahan Belanda maupun Jepang.

Ia bahkan bercerita pernah mendapatkan pendidikan bela diri militer dari Jepang pada masa pendudukan negara matahari terbit tersebut di nusantara.

Suparni, nenek berusia 117 tahun asal Nanggulan masih kuat beraktivitas seperti biasanya meski sudah uzur.
Suparni, nenek berusia 117 tahun asal Nanggulan masih kuat beraktivitas seperti biasanya meski sudah uzur. (TRIBUNJOGJA.COM | Singgih Wahyu Nugraha)

Ia sendiri pindah ke Kulonprogo sekitar 1945 saat menikah dengan Karto Pawiro lalu memiliki dua anak, Tukiyem dan Bambung alias Paino. Sang suami diketahui pergi meninggalkan Suparni beserta dua anaknya pada 1965 untuk merantau ke Metro (Lampung).

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help