TribunJogja/

Buah Bibir

Mahasiswi Ekonomi UII Ini Kini Menuai Buah Ketekunannya

Empat tahun lalu, tak banyak seorang makeup artis yang membuka kelas privat sebagai sarana untuk belajar.

Mahasiswi Ekonomi UII Ini Kini Menuai Buah Ketekunannya
Dok.Pri
Merry Ika Yulieani 

TRIBUNJOGJA.COM - Tekunilah pekerjaan yang memberikanmu kebahagiaan, pengalaman, dan pengharapan. Niscaya pekerjaan akan membalasnya dengan setimpal.

Begitu kira-kira yang dirasakan Merry Ika Yulieani saat awal-awal terjun sebagai makeup artis.

"Iya, aku memang terjun profesional jadi makeup artis, karena kecintaan aku sama pekerjaan ini. Enggak cuma iseng-iseng," tutur mahasiswi semester akhir jurusan Ekonomi Manajemen UII Yogyakarta ini.

Tak mudah ketika dia mengawali profesi ini. Empat tahun lalu, tak banyak seorang makeup artis yang membuka kelas privat sebagai sarana untuk belajar.

Selain belajar secara autodidak, Merry juga menyempatkan diri mereguk ilmu di Puspita Martha selama empat bulan penuh. Hasilnya pun tak mengecewakan. Dia bisa mengembangkan kemampuan secara maksimal.

Dipercaya klien untuk bisa tampil optimal di hari spesial, saat pernikahan misalnya, adalah suatu kebanggan yang tak terperi. Walaupun kadang dia harus rela bangun pagi-pagi untuk memulai pekerjaan. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan kuliah di kampus.

"Aku selalu nikmatin semua perjalanan karier ini. Alhamdulillah selama ini enggak pernah ngerasa susah. Walau ngantuk capek, pas di depan klien dan mulai makeup, mata jadi segar," kata dara 22 tahun ini.

Melihat sang klien puas dengan hasil kerjanya adalah satu kebanggaan tersendiri. Itu seakan membayar semua letihnya. Tak lupa, Merryselalu menjaga hubungan baik dengan kliennya. Karena pada dasarnya dia menjual jasa yang menjadikan pelayanan juga kualitas sebagai ujung tombak pemasaran.

"Enggak. Sementara ini baru (buka) mini studio di rumah. karena sekarang masih kuliah, jadi rencna ke depannya setelah selesai kuliah bisa buka studio makeup dan bisnis lainnya yang bersangkutan," jelas Merry ketika ditanya soal salon dan rencana di masa mendatang.

Mengikuti kata hati adalah satu kunci keberhasilannya selama ini. Dulu dia sempat kuliah di satu universitas namun ternyata tidak sesuai dengan keinginannya. Hingga akhirnya pindah kampus dan menekuni profesi makeup artis dan mendapat restu dari orangtua.

"Kalau hidup enggak sesuai passion, buat apa juga kan. Kalau diterusin malah enggak enak," ucap sulung empat bersaudara ini lalu tertawa.

Tak lupa, dia selalu mengucapkan terima kasih kepada ibunda atas pencapaiannya selama ini. Tanpa dukungan ibu, belum tentu semua akan berjalan sesuai rencana.

"Aku ngerasain banget sama nama yang namanya ridho orangtua," pungkas Merry. (*)

Penulis: sis
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help