TribunJogja/

Kasus Perceraian di Gunungkidul Masih Tinggi

Hingga akhir Juni 2017 ini saja, sudah terdapat 615 kasus perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama Wonosari, Gunungkidul.

Kasus Perceraian di Gunungkidul Masih Tinggi
HUFFINGTONPOST.co.uk
Ilustrasi perceraian 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kasus perceraian di Kabupaten Gunungkidul masih tergolong tinggi.

Hingga akhir Juni 2017 ini saja, sudah terdapat 615 kasus perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama Wonosari, Gunungkidul.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Wonosari, Muslih, membenarkan, jika kasus perceraian yang ada di Gunungkidul masih cukup tinggi. Setiap bulannya rata-rata ada 72 kasus cerai gugat.

Diantaranya sebanyak 189 kasus telah dirampungkan pada Juni 2017 lalu. Sementara, dari jumlah tersebut terdapat 10 kasus perceraian yang melibatkan Aparatur Sipil Negara. (ASN)

"Jumlah perceraian yang dikabulkan mencapai 600 lebih kasus, jumlah ini terus bertambah," ujar Muslih, Jumat (7/7).

Berdasarkan data pengadilan agama wonosari, angka perceraian di Gunungkidul pada tahun 2014 mencapai 1.614, tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 1.447 kasus, dan pada tahun 2016 turun menjadi 1.303 kasus.

Muslih mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan kasus perceraian ini tinggi. Diantaranya tidak harmonisnya rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga ataupun, kondisi ekonomi keluarga.

"Banyak faktor seperti, keharmonisan yang dijalin kurang baik, faktor ekonomi, dan faktor kekerasan dalam rumah tangga, meskipun hanya sekitar 6 persen,” tambahnya.

Selain faktor-faktor di atas, tingginya angka pernikahan dini juga mempengaruhi tingginya jumlah kasus perceraian yang ada di Gunungkidul.

Badingah, Bupati Gunungkidul, untuk menekan angka tersebut, pemkab Gunungkidul melakukan deklarasi anti pernikahan dini di desa yang ada di 14 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

"Kami masih terus mensosialisasikan terkait resiko pernikahan dini ini kepada masyarakat, untuk menekan angka pernikahan dini," ujar

Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY, tahun 2016 lalu tercatat sebanyak 74 kasus pernikahan dini yang terjadi di Gunungkidul.

Jumlah ini bahkan lebih banyak pada 2015 lalu yang sebanyak 109 kasus. (*)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help