TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Dugaan Kecurangan PPDB Dilaporkan Terjadi di 14 SMP di Bantul

ORI Perwakilan DIY mendapatkan informasi dugaan kecurangan di PPDB 14 SMP di Bantul.

Dugaan Kecurangan PPDB Dilaporkan Terjadi di 14 SMP di Bantul
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
PPDB 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah kasus dugaan kecurangan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Bantul bertambah. Hingga Jumat (7/7/2017) Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY mendapatkan informasi dugaan kecurangan di PPDB 14 SMP di Bantul.

Menurut Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri,pihaknya mendapatkan tambahan informasi tersebut dari sumber yang digali di lapangan dan tidak terdeteksi sejak awal, seperti diketahui ORI Perwakilan DIY melakukan pemantauan rutin PPDB dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya kecurangan yang terjadi hampir sama.

"14 sekolah itu mengalami problem yang sama soal akurasi zonasi yang tidak sama pada surat keterangan lurah," kata Budhi, Jumat (7/7/2017).

Data jarak antara sekolah dengan tempat tinggal siswa atau rumah diduga disunat atau diperdekat. Ada dugaan hal ini dilakukan agar calon siswa bisa diterima melalui jalur zonasi yang akan memprioritaskan siswa yang paling dekat dengan sekolah. Meskipun ada kemungkinan juga karena ada kesalahan pengisian.

Adapun kuota untuk zonasi atau yang juga disebut jalur lingkungan sekolah ini adalah 30 persen dari daya tampung SMP tersebut.

14 sekolah itu menurut Budhi Masthuri antara lain berasal dari SMP di wilayah Banguntapan, Imogiri, Bantul dan Pandak. Dan belum diketahui berapa calon siswa yang melakukan kecurangan dan hal ini akan dilakukan penelusuran lebih lanjut.

ORI Perwakilan DIY juga akan berencana untuk menjadwalkan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul pada Rabu pekan depan. Sementara itu pada Jumat (7/7/2017) tim dari ORI Perwakilan DIY melakukan pengumpulan data dan informasi pendalaman terkait dugaan manipulasi data zonasi di SMP N 1 Pandak.

Budhi Masthuri mengatakan tim meminta copy dari dokumen surat keterangan lurah mengenai jarak zonasi seluruh calon siswa jalur ini yakni 60 siswa. Pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap dokumen tersebut secara sampling.

"Nanti kita bisa ambil sampel dari 60 dengan metode sederhana melalui maps google maps bis di cek," kata Budhi.(*)

Penulis: dnh
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help