TribunJogja/

Miris! Tangisan Fatimah, Bayi Penderita Gizi Buruk di Gunungkidul yang Kian Kelaparan

Tangis bayi kurus itu terhenti saat ibunya datang dan memberikan susu kepadanya.

Miris! Tangisan Fatimah, Bayi Penderita Gizi Buruk di Gunungkidul yang Kian Kelaparan
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Ibunda dari Fatimah, bayi penderita gizi buruk memberikan susu kepada anaknya di kamar perawatan khusus di Bangsal melati RSUD Wonosari, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (6/7/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Fatimah menangis keras saat seorang perawat membawanya menuju kamar pemeriksaan bayi di bangsal melati RSUD Wonosari.

Tangis bayi kurus itu terhenti saat ibunya datang dan memberikan susu kepadanya.

Kondisi bayi penderita gizi buruk itu sangatlah miris. Tubuhnya sangat kurus, pipinya tirus, kakinya terlihat kecil, sampai-sampai baju dan popok yang dikenakannya tampak kedodoran.

"Dia lapar, dari tadi belum minum susu," tutur salah seorang perawat di RSUD Wonosari.

Seluruh penghuni bangsal melati pun terpaku pada bayi mungil itu, merasa iba dan kasihan akan kondisinya yang memprihatinkan. Tangis bayi itu segera terhenti, setelah ibunya kembali dan memberikan asi kepadanya.

Sudah sejak tiga hari yang lalu, Fatimah, anak kedelapan pasangan Indri Mutoharoh (38) dengan Eko Suharno, (38), warga Padukuhan Creno Rt 04/04, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari harus dirawat di rumah sakit karena menderita gizi buruk.

"Kondisi anak kami yang terus melemah sejak sebulan terakhir, kami khawatir terjadi apa-apa kepadanya dan membawanya ke rumah sakit," tutur Indri.

Fatimah memang terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayah dan ibunya hanya tamatan SD, Ayahnya hanya bekerja serabutan, sementara ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Dengan keterbatasan itu mereka memiliki tujuh anak untuk diberi makan.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help