TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

JPW Akan Kawal Kasus Asusila oleh Guru BK Terhadap Siswinya

Kepala Divisi Humas JPW, Baharudin Kamba mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus asusila yang dialami oleh A hingga diproses secara hukum dan selesai

JPW Akan Kawal Kasus Asusila oleh Guru BK Terhadap Siswinya
Tribun Jogja/Pradito Rida P
Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya yaitu, A yang menjadi korban tindak asusila. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menanggapi laporan mengenai tindak asusila yang dilakukan Poniman (54), seorang guru Bimbingan Konseling (BK) sebuah madrasah di daerah Giriloyo, Bantul terhadap muridnya sendiri yang bernama A (15), Jogja Police Watch (JPW) akan mengawal kasus tersebut hingga selesai. 

Kepala Divisi Humas JPW, Baharudin Kamba mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus asusila yang dialami oleh A hingga diproses secara hukum dan selesai.

Terlebih, korban tindak asusila tersebut masih di bawah umur.

"Kami dari JPW akan terus mengawal kasus ini, karena korban dari tindak asusila ini masih di bawah umur," katanya, Kamis (6/7/2017).

Baca: Oknum Guru BK Bejat Lakukan Tindakan Asusila Terhadap Siswi Madrasah di Bantul

Baharudin menuturkan, hari ini atau besok (7/7/2017), pihaknya akan mendatangi Polres Bantul untuk menanyakan tindak lanjut mengenai kasus tersebut, dan sudah sampai pada tahap apa hingga saat ini.

"Mungkin hari ini kalau tidak besok, kami akan ke Polres Bantul untuk untuk menanyakan proses penyelidikan ke penyidikan itu nanti akan berlangsung kapan. Kami juga akan menanyakan status hukum dari terlapor ini sudah menjadi tersangka atau belum. Mengingat kasus ini sudah dilaporkan orangtua korban sejak 20 Juni 2017," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan menanyakan sikap Kementrian Agama (Kemenag) daerah Bantul terhadap kasus tindak asusila yang dilakukan oleh seorang guru BK madrasah terhadap salah seorang siswinya.

Baca: Tindak Asusila Guru BK Terhadap Siswinya Berawal dari Sering Curhat di Rumah Kosong

"MTs itu kan dibawah Kementrian Agama, jadi kami ingin tahu apa tindak lanjut dari Kemenag mengenai kasus ini," tuturnya.

Ia menambahkan, jika ada murid yang ingin mengungkapkan curahan hati mengenai permasalahan yang dialami kepada guru BK, seharusnya sebagai guru BK mendengarkan, memberi solusi, dan memberi bimbingan.

Bukannya melakukan tindakan sebaliknya, seperti tindakan asusila terhadap muridnya sendiri. (tribunjogja.com)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help