TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Pelaku Penyerangan Terhadap Warga Dlingo Dipindah ke Mapolres Bantul

Terduga pelaku secara berkelompok dengan menggunakan sepeda motor melakukan penyerangan terhadap warga

Pelaku Penyerangan Terhadap Warga Dlingo Dipindah ke Mapolres Bantul
Tribun Jogja/ Dwi Nourma Handito
Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi, saat bertemu dan menanyai pelaku penyerangan kepada warga Dlingo di tahanan Mapolsek Dlingo, Selasa (4/7/2017) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dwi Nourma Handito

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polisi sudah menangkap 10 terduga pelaku penyerangan kepada warga Dlingo, Imogiri.

Seperti diketahui terduga pelaku secara berkelompok dengan menggunakan sepeda motor melakukan penyerangan terhadap warga di perempatan Desa Terong, Dlingo pada Selasa (4/7/2017) dini hari kemarin.

Kapolsek Dlingo, AKP Sarjono, pada Selasa (4/7/2017) malam menginformasikan bahwa total ada 10 terduga pelaku yang berhasil ditangkap.

Sebelumnya ada dua terduga pelaku yang berhasil ditangkap oleh warga setelah aksi penyerangan itu, kemudian dilakukan pengembangan dan identitas pelaku lain diketahui.

Baca: Pemuda Ini Kena Klithih di Dlingo, 2 Pelaku Diamankan Polisi

Kemudian pada Rabu (5/7/2017) dini hari semua terduga pelaku dipindahkan ke Mapolres Bantul.

"Semalam jam 2an," ujar Kapolsek, Rabu (5/7/2017).

10 pelaku tersebut masih remaja dan berasal dari wilayah Piyungan.

Selasa (4/7/2017) dini hari, sekelompok anak muda melakukan kekerasan dengan tiba tiba menyerang warga Dlingo, Bantul yang tengah berkumpul di perempatan desa Terong, Dlingo, Bantul.

Kejadian ini terjadi pada pukul 00.23 WIB dan mengakibatkan satu orang warga terluka. Korban bernama Dimas Putra Timur, warga Dodogan, Jatimulyo, Dlingo, Bantul.

Ditemui di Mapolsek Dlingo, Dimas mengatakan rombongan secara mendadak datang dan menyerang warga.

"Jam 12 lebih, saya sedang berdiri dan dari arah Cinomati mereka datang dan langsung bacok pakai sajam, parang. Kami saat itu sedang nongkrong dan ada polisi juga," kata pria berusia 21 tahun dan berprofesi sebagai Wiraswasta ini.

Dimas mengalami luka bacok di bagian pelipis mata kanannya, dan membuatnya itu tersungkur. Dimas mengatakan kelompok itu juga melempar batu, dan juga botol anggur.

Dia juga mengatakan tidak kenal dan belum pernah bertemu dengan kelompok penyerang tersebut.(*)

Penulis: dnh
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help