Selasa, 25 Agustus 2026

Meski Ditentang Keluarga, Ternyata Ini Alasan Remaja 16 Tahun Ngotot Nikahi Nenek 71 Tahun

Baik Selamat maupun Rohaya mengaku pernikahan mereka sempat ditentang pihak keluarga.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
Swijaya Post
Nenek Rohaya dan Riady 

TRIBUNJOGJA.COM - Cinta tak memandang usia. Seorang remaja berusia 16 tahun, Selamat Riyadi, menikahi nenek Rohaya binti Kiagus Muhammad Jakfar yang telah menginjak usia 71 tahun. Pernikahan unik itu terjadi di Dusun 1 Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.

Perasaan syukur dan bahagia terpancar di wajah pasangan Rohaya binti Kiagus Muhammad Jakfar (71) dan Selamat Riyadi Bin Husni (16).

“Alhamdulillah, kami sudah resmi menikah,” kata Selamat yang langsung diiyakan oleh Rohaya, saat ditemui Sripoku.com, di rumah berukuran sekitar 4x5 meter, tempat mereka tinggal, usai melangsungkan pernikahan, Senin (3/7).

Meski telah berusia 71 tahun, Rohaya terlihat bahagia. Mukanya tampak berseri-seri. Baik Selamat maupun Rohaya mengaku pernikahan mereka sempat ditentang pihak keluarga.

Kini Selamat mengaku sangat bahagia karena wanita yang dulu dipanggil bibi itu sudah menjadi isteri sahnya. "Saya sangat mencintai Rohaya, begitu juga sebaliknya," ujar Selamat.

Kehidupan pasangan itu betul-betul memprihatinkan. Untuk makan sehari-hari saja didapat dari menjadi buruh membersihkan kebun orang atau kerja serabutan lain asal halal.

Ketua RT setempat, Siswoyo, membenarkan pasangan itu tidak memiliki harta atau kekayaan lain. ”Ibu Rohaya tidak ada harta, kecuali rumah ini,” jelasnya.

Penjelasan perangkat desa itu sekaligus menegaskan pernikahan remaja belasan tahun dengan janda lanjut usia itu murni karena cinta kasih.

Bahkan, untuk biaya ijab kabul saja pasangan itu tidak memiliki dana, sehingga semuanya ditanggung secara bersama-sama oleh aparat desa dan warga setempat yang bersimpati dengan Rohaya dan Selamat.

Proses pernikahan dilakukan di rumah Ketua RT 01, Desa Karangendah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Meski dalam keadaan memprihatinkan, pernikahan pasangan kontroversial dengan mas kawin Rp 200 ribu itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Ratusan warga hadir, termasuk dari desa tetangga. Padahal dilaksanakan malam hari, kalau siang hari warga yang datang pasti akan lebih ramai," terang Amzal, kepala dusun setempat.

Saat Sripoku.com berkunjung ke kediaman pasangan yang baru menikah itu, puluhan warga sekitar ikut datang menemani Rohaya dan Selamat. Para tetangga terlihat berempati kepada Rohaya dan Selamat.

Bahkan, aparat desa mengajak semua warga agar memberi semangat, khususnya kepada Selamat yang tampak selalu mesra kepada isterinya..

Adapun, akad nikah kedua mempelai yang terpaut usia cukup jauh itu dipandu Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) desa setempat atas nama Ibnu Hajar pada Senin (3/7).

Wali dari mempelai perempuan atas nama Raup (75) memberi wali berwakil kepada P3N Ibnu Hajar dengan saksi pernikahan masing-masing atas nama Komaruddin dan Charles.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
  • Ikuti kami di

    Berita Terkini

    © 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved