TribunJogja/

Melihat Panorama Alam Nan Megah dari Desa Kali Tengah Kidul

Sebuah bukit tersebut tepatnya terletak di desa Kali Tengah Kidul, Glagah Harjo, Cangkringan Sleman.

Melihat Panorama Alam Nan Megah dari Desa Kali Tengah Kidul
Tribun Jogja/Gilang Satmaka
Sebuah bukit di desa Kali Tengah Kidul, Glagah Harjo, Cangkringan, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam pesona panorama alam dan keindahaan tersendiri di setiap sudut-sudut kotanya.

Tempat-tempat di DIY yang memiliki keunikannya tersendiri serta mampu menjadi daya tarik bagi para wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara untuk mengeksplore tiap sudut kota DIY.

Salah satu sudut tempat yang mempunyai panorama alam megah nan menawan bisa anda saksikan dari sebuah bukit di desa Kali Tengah Kidul.

Sebuah bukit tersebut tepatnya terletak di desa Kali Tengah Kidul, Glagah Harjo, Cangkringan, Sleman.

Menurut Taryowiono seorang warga sekitar, yang mempunyai warung di sekitar bukit, mengatakan, bukit tersebut merupakan akses jalan para penambang pasir untuk menuju ke sebuah sungai yang ada di bawah lereng bukit tersebut.

"Kalau para penambang pasir dari desa sini, kebanyakan jalan melalui bukit ini untuk menuju ke sungai," paparnya sambil meladeni pembeli.

Ia menambahkan bahwa, setelah erupsi merapi 2010 lalu, banyak warga sekitar yang menggantungkan hidupnya menjadi penambang pasir, maklum saja, Cangkringan menjadi salah satu kawasan yang luluh lantah akibat dahsyatnya erupsi merapi tahun 2010 silam.

Sebuah bukit di desa Kali Tengah Kidul, Glagah Harjo, Cangkringan, Sleman.
Sebuah bukit di desa Kali Tengah Kidul, Glagah Harjo, Cangkringan, Sleman. (Tribun Jogja/Gilang Satmaka)

Namun setelah kajadian tahun 2010 tersebut, kawasan tersebut menjadi subur dan menghasilkan material vulkanik paling melimpah.

Menurut Taryo, setelah erupsi Merapi 2010 lalu, dari Sebuah bukit di Desa Kali Tengah Kidul tersebut, warga dapat melihat dengan jelas punggung merapi yang menganga.

"Dari bukit kecil itu dulu warga sering melihat asap sisa erupsi dan lahar sisa erupsi yang masih memerah, karena tumbuh-tumbuhan di sekitar bukit semuanya habis, sehingga tidak ada penghalang untuk bisa melihat ke arah Merapi," jelas Tryo.

Halaman
123
Penulis: gsk
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help