TribunJogja/

Anggota Dewan Nyamar Jadi Wisatawan Ungkap Kebocoran Retribusi, Begini Kisahnya?

Dirinya sengaja menyamar sebagai pengunjung dan mengajak lima orang temannya dengan menggunakan tiga sepeda motor di TPR Baron

Anggota Dewan Nyamar Jadi Wisatawan Ungkap Kebocoran Retribusi, Begini Kisahnya?
tribunjogja/pradito rida pertana
Ilustrasi: Tempat Penarikan Retribusi (TPR) Utama Baron dipenuhi antrian kendaraan yang hendak membeli tiket retribusi untuk masuk ke kawasan Pantai selatan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunungkidul memanggil pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Rabu (5/7/2017).

Mereka mempertanyakan kebocoran retribusi dan maraknya karcis liar obyek wisata saat libur lebaran beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua Komisi D Wahyu Pradana Ade Putra, mengatakan, pihaknya sendiri melakukan pemantauan sendiri dan menemukan adanya dugaan kebocoran retribusi pada tempat pemungutan retribusi (TPR).

Dirinya sengaja menyamar sebagai pengunjung dan mengajak lima orang temannya dengan menggunakan tiga sepeda motor di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pos Baron.

Saat itu salah seorang temannya menyerahkan uang sebesar Rp 50.000 kepada petugas untuk membayarkan tiket untuk enam orang.

Saat akan membayarkan kekurangan sebesar Rp 10.000, petugas TPR menolaknya dan hanya memberi tiga buah tiket saja.

"Mereka bilang sudah cukup, dan langsung mempersilahkan kami masuk. Sementara tiket yang diberikan hanya untuk tiga orang saja. Kejadian itu bukan kali pertama saja terjadi," tutur Ade, Rabu (5/7).

Dirinya pun menyayangkan, adanya kebocoran retribusi pada TPR ini.

Menurutnya Pemkab Gunungkidul telah lalai dalam melakukan pengawasan, sehingga mengakibatkan kerugian akibat kebocoran retribusi yang terus berulang-ulang terjadi.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help