TribunJogja/

Gubrakkk! Sempat Dikira Meteor Jatuh, Balon Udara Besar Jatuh Timpa Rumah Suhartono

Balon udara berukuran besar jatuh dan menyebabkan kerusakan pada rumah milik Suhartono (38),warga Gunungkidul

Gubrakkk! Sempat Dikira Meteor Jatuh, Balon Udara Besar Jatuh Timpa Rumah Suhartono
Tribun Jogja/Rendika F
Suhartono menunjukkan balon udara yang jatuh dan merusak atap rumahnya, di Padukuhan Kedongdowo Kulon, Desa Pampang, Paliyan, Gunungkidul, Senin (3/7/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Balon udara berukuran besar jatuh dan menyebabkan kerusakan pada rumah milik Suhartono (38), salah seorang warga di Padukuhan Kedongdowo Kulon, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Senin (3/7).

Peristiwa tersebut terjadi saat pemilik rumah Suhartono, tengah menyapu halaman rumahnya sekitar pukul 17.15 WIB.

Tiba-tiba terdengar suara benturan keras dari arah atas.

Setelah diperiksa ternyata sebuah balon udara yang terbuat dari plastik transparan dengan tinggi sekitar 2 meter, diameter 1,5 meter lingkar balon terbuat dari bambu, dan untuk menahan pembakar terbuat dari kawat.

"Saya pikir itu benda angkasa, seperti meteor atau apa, ternyata balon udara," tutur Suhartono, Senin (3/7).

Jatuhnya balon udara berdiamter 1,5 meter tersebut merusak atap rumah miliknya, menyebabkan beberapa genting pecah.

Api pun sempat membakar atap, namun langsung dapat dipadamkan.

"Saya tidak mengetahui darimana asal balon udara tersebut. Mungkin dari arah Jawa Timur, yang kerap menerbangkan balon udara saat perayaan lebaran." ujarnya.

Peristiwa jatuhnya balon udara ini bukan pertama kali terjadi, pada lebaran tahun 2016 lalu, balon udara berukuran cukup besar jatuh di Kecamatan Playen, Gunungkidul.

Hal ini terjadi setiap tahun saat perayaan lebaran dimana masyarakat kerap menerbangkan balon udara. Kendati demikian, hal tersebut dinilai membahayakan untuk lalu lintas pesawat dan berpotensi menyebabkan kebakaran dan gangguan lain.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino, menuturkan, selama lebaran pihaknya telah melakukan pemantauan dan pengawasan balon udara di wilayah Gunungkidul.

Pihaknya sudah menghimbau agar tidak melakukan peberbangan balon udara karena sangat berbahaya. "Kami segera tindak lanjuti jika ada temuan balon udara lain," ujarnya.

Ngadino mengatakan, balon udara membahayakan lalu lintas pesawat.

Hal ini diatur pada Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pelaku diancaman hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 500 juta. (tribunjogja.com)

Penulis: rfk
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help