TribunJogja/

Apa Kata Wali Kota Yogyakarta Terkait Oknum PKL Malioboro yang Mematok Harga Tak Wajar?

Lanjutnya, pihaknya memberi sanksi karena hal tersebut sudah menyangkut ketidaknyamanan bagi pengunjung dan masyarakat.

Apa Kata Wali Kota Yogyakarta Terkait Oknum PKL Malioboro yang Mematok Harga Tak Wajar?
Foto : Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta
Poster pengumuman penutupan salah satu lapak pedagang lesehan di Malioboro yang mematok harga makanan melebihi batas kewajaran 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga makanan di sekitaran Malioboro, khususnya yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima (PKL) beberapa hari lalu berujung pada penutupan sebuah warung makan.

Penutupan tersebut dikarenakan harga yang diberlakukan tidak sesuai dan terkesan mahal untuk para pengunjung Malioboro.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ikut berkomentar terkait harga mahal yang dipatok oleh beberapa PKL di Malioboro beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya hal tersebut merupakan suatu ketidakpatuhan dan ketidaktaatan para PKL di Malioboro. Mengetahui hal tersebut pihaknya sudah melakukan penanganan.

"Itu adalah ketidakpatuhan dan ketidaktaatan, dan sudah kita tindak lanjuti. Saya sudah mendorong komunitas untuk memberi sanksi, karena tanpa koordinasi dengan kami komunitas tidak bisa memberi sanksi," katanya usai acara syawalan di Balai Kota, Senin (3/7/2017) pagi tadi.

Lanjutnya, pihaknya memberi sanksi karena hal tersebut sudah menyangkut ketidaknyamanan bagi pengunjung dan masyarakat.

"Itu membuat ketidaknyamanan untuk masyarakat dengan harga yang tidak standar, itu sudah tidak tertib. Hal tersebut juga membuat pengunjung takut makan disitu kalau harganya tidak sesuai standar. Kita tindak lanjuti yang seperti itu," ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya selalu mengedepakan bagaimana membuat Kota Yogya yang bersih, tertib, dan aman bagi masyarakat maupun wisatwan yang berkunjung ke Jogja.

"Yang kita kedepankan pokoknya Jogja bersih, jogja tertib, itu yang harus kita pegang. Nggak bersih kita tindak, nggak tertib, kita tindak, dan bila membuat suasana yang tidak aman juga kita tindak," pungkasnya. (tribunjogja.com)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help