TribunJogja/

Pernah Lihat Belalang Digoreng? Coba 'Walang Digoreng Dadakan'

Melihat kesempatan tersebut, dirinya lalu mulai menggoreng secara langsung makanan khas Gunungkidul ini langsung di tempat berjualannya.

Pernah Lihat Belalang Digoreng? Coba 'Walang Digoreng Dadakan'
tribunjogja/pradito rida pertana
Walang Goreng Dadakan di seberang jalan daerah Hutan Bunder, Playen, Gunungkidul. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke daerah tertentu tidak merasakan penganan khas daerah tersebut.

Belalang goreng merupakan salah satu makanan khas dari Gunungkidul, makanan ini kerap dijajakan di pinggir jalan menuju kota gaplek tersebut. Kebanyakan dari penjual belalang terlebih dahulu memasaknya di rumah lalu baru dijual.

Hal berbeda nampak di seberang jalan daerah Hutan Bunder, Playen, Gunungkidul, nampak spanduk kuning bertuliskan 'Walang Goreng Dadakan' yang di pasang di meja seorang pedagang belalang tersebut.

Adalah Sukir (50), warga Mulo, Gunungkidul yang menjajakan belalang goreng dengan cara digoreng langsung di tempat.

Ia mengatakan, dirinya baru berjualan belalang goreng sekitar satu tahun, tepatnya sejak lebaran tahun lalu. Dahulu, ia tidak berjualan di sekitaran hutan Bunder, melainkan di sekitaran Tempat Penarikan Retribusi (TPR) Baron. Dirinya berjualan belalang dengan memasaknya terlebih dahulu di rumah lalu menjualnya di TPR tersebut.

"Sudah satu tahun jualan belalang, awalnya ikut-ikut teman saja, dulu saya jualan di dekat pintu masuk Pantai Baron, terus saya pikir kalau dekat Hutan Bunder belum ada, saya memilih disini karena ini adalah jalur wisata ke Gunungkidul, dan pasti banyak yang lewat sini," katanya saat ditemui kemarin (29/6/2017).

Lanjut Sukir, setelah pindah berjualan di sekitar Hutan Bunder, terlintas di pikirannya mengapa tidak ada satu lun penjual yang menggoreng langsung belalang tersebut di tempat.

Melihat kesempatan tersebut, dirinya lalu mulai menggoreng secara langsung makanan khas Gunungkidul ini langsung di tempat berjualannya. Hal tersebut ternyata efektif untuk menarik pengunjung datang membeli belalang goreng yang dijualnya.

"Saya berinisiatif mengganti sistem jualan karena waktu itu belum ada yang penjual yang belalangnya digoreng langsung ditempat. Dengan sistem ini alhamdulillah menambah penjualan saya, pembeli kan suka kalau masih fresh dan panas. Ada perbedaan dengan yang fresh dan tidak, yaitu rasanya yang renyah," jelasnya.

Sukir sedang melayani pembeli di lapak Walang Goreng Dadakan miliknya, sedangkang sang istri, di belakang, sedang menyiapkan belalang yang akan digoreng.
Sukir sedang melayani pembeli di lapak Walang Goreng Dadakan miliknya, sedangkang sang istri, di belakang, sedang menyiapkan belalang yang akan digoreng. (tribunjogja/pradito rida pertana)

Menurutnya, memasuki liburan lebaran seperti ini ia bisa mengabiskan belalang antara 4-5 kilo perharinya.

Ia juga mengatakan bahwa setiap pagi, dirinya menempuh jarak sekitar 20 kilometer bersama istrinya hanya untuk berjualan belalang yang digoreng langsung tersebut. Lapak sederhananya buka mulai pagi sampai habis dagangannya.

"Kalau hari biasa habis 2 kilogram belalang, tapi jika lebaran kaya gini bisa lebih, sekitar 4-5 kilogram belalang habis kalau hari lebaran gini. Saya buka dari jam 8 pagi sampai habis, biasanya jam 4 sore sudah habis," ucapnya.

Untuk musim libur lebaran kali ini, ia menganggap lebih ramai dibanding tahun lalu, apalagi dengan digoreng langsung makin banyak wisatwan yang datang untuk membeli dagangannya.

Mengenai harga, ia mematok harga pertoplesnya senilai luluhan ribu rupiah. Selain menjual yang sudah bertoples, Sukir juga melayani para pembeli yang ingin memakan langsung belalang yang digoreng langsung olehnya.

"Ramai sekarang dibanding tahun lalu, satu toples harganya Rp. 30 ribu, jika ingin beli Rp. 10 ribu atau Rp. 15 ribu juga dilayani dan bisa langsung dimakan disini. Sehari biasanya laku 15 toples kalau hari biasa, kali ini memingkat banyak. Dengan sistem menggoreng belalang langsung ditempat yang tadinya ada yang tidak mau beli, jadi beli, ya berkah saja mas dengan menggoreng langsung ini," ujarnya. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help