Jemaah Masjid Barakatussalam Puren Condoncatur Siapkan Replia Ketupat Raksasa untuk Malam Takbiran

Masjid Barakatussalam mengatakan replika ketupat yang berukuran sekitar 2x2 meter ini sudah dipersiapkan sejak seminggu yang lalu.

Jemaah Masjid Barakatussalam Puren Condoncatur Siapkan Replia Ketupat Raksasa untuk Malam Takbiran
Tribun Jogja/ Tris Jumali
Nur Srianto (29) menempelkan kertas minyak pada replika ketupat di Masjid Barakatussalam Puren, Gg Adas, Pringwulung, Condongcatur, Sleman, Kamis (22/6/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tiga hari lagi, Idul Fitri 1438 H akan menyapa para umat muslim yang ada di dunia.

Berbagai adat dan tradisi dalam menyambut lebaran ini pastilah berbeda-beda sesuai dengan daerah dan kebiasaannya masing-masing.

Sebagai bentuk untuk menyemarakan Idul Fitri, para jemaah Masjid Barakatussalam Puren, Pringwulung, Condongcatur, Sleman bersiap membuat arakan berbentuk ketupat.

Nur Srianto (29), koordinator Acara Ramadan Masjid Barakatussalam mengatakan replika ketupat yang berukuran sekitar 2x2 meter ini sudah dipersiapkan sejak seminggu yang lalu.

"Konsepnya dibikin sama remaja masjid, kita milih bikin ketupat, soalnya kemarin sudah pernah bikin replika Ka'bah," ujar Nur, Kamis (22/6/2017).

Selain itu, replika ketupat yang dibuat oleh para jemaah masjid menurutnya sangat identik dengan Lebaran di Indonesia, sehingga keputusan untuk membuat ketupat di tahun ini dirasa sangat tepat.

Dengan warna hijau dan kuning, Nur mengatakan para jemaah masjid membuat replika ketupat tersebut dengan bahan yang seadanya.

"Kita bikin ketupatnya itu pakai bambu minta dari warga yang punya bambu, terus koran juga, yang dibeli cuma kertas minyak, kawat dan lampu saja, nggak sampai Rp100.000," tutur Nur.

Bambu yang didapat dari warga disulap menjadi kerangka ketupat oleh jemaah masjid, dan kerangka tersebut dibungkus dengan kertas koran.

Nur menerangkan replika ketupat ini sudah 75 persen selesai, tinggal sentuhan akhir saja maka sudah bisa langsung diarak keliling kampung.

Meskipun hanya dengan bahan yang murah bahkan gratis, tetapi hasil kreasi jemaah masjid ini sangatlah pantas diapresiasi, bentuknya sangat menyerupai ketupat aslinya.

Warna hijau dan kuning, Nur menjelaskan berasal dari tempelan kertas minyak yang dibeli. Lalu, nanti replika itu akan diberi lampu agar lebih menarik. (*)

Penulis: trs
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help