TribunJogja/

Sopir Taksi Online Dilucuti

Jika Terbukti Kriminalitas, Sultan Minta Polisi Bertindak

Sebagai masyarakat DIY, seharusnya tidak sampai melakukan penelanjangan jika memang ada pihak yang bersalah.

Jika Terbukti Kriminalitas, Sultan Minta Polisi Bertindak
youtube
Potongan video driver taksi online diberi hukuman lepas baju. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA – Soal sopir taksi online yang disuruh buka baju di Bandara Adisutjipto dan menjadi viral di media sosial, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan HB X, memberi tanggapan. 

Meski belum melihat videonya secara langsung, orang nomor satu di DIY itu menyayangkan peristiwa tersebut.

"Masa sampai seperti itu. Ya itu semestinya tidak terjadi,” kata Sultan kepada wartawan di Dalem Ageng, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (20/6/2017).

Baca: VIDEO: Driver Online yang Dilucuti Sempat Disuruh Push Up dan Nyanyi Garuda Pancasila

Sultan mengatakan, sebagai masyarakat DIY, seharusnya tidak sampai melakukan penelanjangan jika memang ada pihak yang bersalah.

Apalagi penelanjangan dilakukan di tempat umum seperti bandara yang menjadi tempat datangnya orang dari berbagai daerah.

“Masa kita sebagai masyarakat beradab melakukan seperti itu. Itu tidak benar,” ujar Sultan.

Baca: VIDEO: Inilah Curhatan Driver Online yang Dilucuti di Bandara Adisutjipto

Sultan meminta polisi menindaklanjuti peristiwa yang sudah terekam dalam video dan menyebar di media sosial tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi di DIY terutama menjelang hari raya Idul Fitri.

“Kalau itu tindakan kriminalitas silakan polisi ambil tindakan,” ucap Sultan.

Diberitakan sebelumnya, video di YouTube memperlihatkan seorang pria tengah duduk di kursi dengan keadaan tanpa mengenakan baju di tempat umum yang diduga di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Pria tersebut merupakan sopir taksi berbasis online yang diduga dihukum melepas baju dan duduk di muka umum karena melanggar kesepakatan, ketahuan mengambil penumpang di Bandara. (kompas)

Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help