TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Sopir Taksi Online Dilucuti

VIDEO: Inilah 'Curhatan' Driver Online yang Dilucuti di Bandara Adisutjipto

Frikal mengatakan bahwa hal itu bukan kesalahannya. Bahkan si calon penumpang sendiri yang mengaku salah.

VIDEO: Inilah 'Curhatan' Driver Online yang Dilucuti di Bandara Adisutjipto
NET
Pengakuan yang diduga sopir taksi yang dilucuti di Bandara Adi Sucipto 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebuah video mempertontonkan seorang pria yang tempaknya sedang dihukum dengan melepas baju di tengah-tengah keramaian beredar di media sosial.

Dari video tersebut, pria yang disinyalir driver taksi online tersebut hanya mengenakan sebuah celana pendek dan tanpa sehelai baju, serta duduk di kursi yang dekat dengan lalu lalang keramaian orang yang melintas.

Setelah video itu menjadi viral, beredar juga pernyataan si driver yang mengatakan bahwa dirinya dituduh sebagai pencuri penumpang di Bandara Adisutjipto.

Video yang disinyalir diunggah oleh temannya sesama driver online, menunjukan Frikal, si pengemudi taksi online, dipaksa melepas bajunya oleh oknum seorang oknum yang diduga petugas dari Bandara Adisutjipto.

"Saya disuruh buka baju, disuruh duduk dan saya disuruh teriak minta maaf," ujarnya di video tersebut.

Frikal mengatakan bahwa hal itu bukan kesalahannya. Bahkan si calon penumpang sendiri yang mengaku salah.

Pelangganlah yang memaksa masuk ke dalam mobilnya. Tapi hal itu tidak digubris sama sekali.

Baca: Ini Pernyataan dari Angkasa Pura I Terkait Insiden Sopir Taksi Online yang Dilucuti Bajunya

Baca: Cuma Gara-gara Ambil Penumpang di Bandara Adisucipto, Driver Taksi Online Dipermalukan Seperti Ini?

"Ya sudalah, aku bengok (saya teriak). Ya saya minta maaf enggak narik lagi di bandara. Terus disuruh saliman (salaman) ke sopir taksi di sana," tuturnya.

Berdasarkan koordinasi dangan Frikal, kejadian itu bermula saat keadaan bandara macet sekali.

Saat itu dia mengantar penumpang ke bandara. Selepas mengantar penumpang, ternyata ada pengguna aplikasi taksi online yang memesan.

"Dia sudah telepon ke calon penumpang bahwa dirinya tidak bisa menjemput di area bandara, dan menganjurkan untuk ketemu di depan kantor imigrasi. Tapi karena posisinya macet, kebetulan calon penumpang melihat mobil di mana plat nomornya sama dengan yang tertera di aplikasi. Tiba-tiba dia langsung naik, terus langsung dikejar oleh sopir taksi dari bandara," jelasnya.

Terpisah Daniel, Humas Paguyuban Pengemudi Online Jogja mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui kejadian itu dari video yang sudah viral di Instagram, facebook, dan youtube itu.

"Kami mengutuk keras aksi itu, kalau misalnya salah, kan biasanya mendapatkan denda, atau diusir, kami masih menerima. Tapi kalau sampai dilucuti itu sudah harga diri, kasian kan," tukasnya. (*)

Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help