TribunJogja/

Tiga Poin Ini Ditekankan dalam Operasi Ramadniya 2017

Operasi Ramadniya sendiri memiliki tujuan agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Tiga Poin Ini Ditekankan dalam Operasi Ramadniya 2017
tribunjogja/pradito rida pertana
Pemeriksaan terhadap pasukan yang tergabung dalam Operasi Ramadniya Progo 2017. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Usai melakukan penyematan pita pertanda dimulainya operasi ramadniya yang akan berlangsung selama 16 hari kedepan kepada perwakilan pasukan.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mewakili Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, membacakan sambutan di hadapan para peserta apel. Senin (19/6/2017) pagi ini.

Dalam sambutan Kapolri yang diwakilkan oleh Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, ia mengatakan, apel pagi ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam mengamankan lebaran tahun 2017, operasi ramadniya sendiri memiliki tujuan agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Selanjutnya, ada tiga poin utama yang perlu ditekankan oleh pihaknya dalam operasi kali ini yaitu, menjaga kesetabilan harga pangan, pemeliharaan kabtimnas yang kondusif, serta keamanan dan kelancaran arus mudik bagi masyarakat.

Khusus bagi pihak satwil yang memiliki aplikasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi, agar dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi maupun bantuan darurat.

"Perbanyak himbauan melalui pemasangan banner, spanduk yang dapat dilihat pengemudi agar mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas. Saya harap angka kecelakaan lalun lintas dapat berkurang dibanding tahun sebelumnya," katanya dalam pembacaan sambutan oleh Kapolri.

Lanjutnya, operasi terpusat ramadniya kali ini melibatkan total 187.012 personil dari Kepolisian serta dibantu para stakeholders terkait, mulai dari unsur TNI, hingga jajaran Pemerintahan Daerah.

Pada pelaksanaan operasi tahun lalu, jumlah laka lantas mengalami penurunan sebesar 72 kasus (2,36%) jika dibandingkan dengan tahun 2015. Sedangkan korban meninggal dunia juga mengakami penurunan sebanyak 88 jiwa (13,62%).

Namun demikian data gangguan kamtibnas tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 233 kasus (13,89%) dan angka kejahatan secara umum juga naik sebesar 164 kasus atau sebsar 10,98%.

"Untuk itu, mari ciptakan harmonisasi secara sinergi diantara seluruh stakeholdera terkait. Sehingga pelaksanaan hari raya Idul Fitri daoat berjalan dengan lebih baik, aman, tertib, dan lancar dibandingkan tahun sebelumnya," pungkasnya dalam pembacaan sambutan dari Kapolri.

Usai pembacaan sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan diakhiri dengan penutupan apel gelar pasukan operasi ramadniya 2017. (*)

Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help