TribunJogja/

Juru Parkir di Yogya Berjanji Tak Akan 'Nuthuk' Tarif Parkir Selama Lebaran

Jukir terancam dikeluarkan dari organisasi dan terancam sanksi yustisi dari Satuan Polisi Pamong Praja.

Juru Parkir di Yogya Berjanji Tak Akan 'Nuthuk' Tarif Parkir Selama Lebaran
tribunjogja/rendikaferrik
Sirip-sirip parkir Malioboro ditertibkan dari parkir liar, tepatnya di depan Hotel Mutiara,Dagen, Malioboro, Selasa (5/4). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Komunikasi Pekerja Parkir Kota Yogyakarta meminta para jukir yang legal untuk tidak mematok tarif parkir seenaknya.

Jika melanggar ketentuan, jukir terancam dikeluarkan dari organisasi dan terancam sanksi yustisi dari Satuan Polisi Pamong Praja.

“Kami menarik parkir sesuai ketentuan yang ada. Ada pemberlakuan tarif progresif pada parkir sepeda motor, bus, dan mobil di kawasan Malioboro,” ujar Ketua Forum Komunikasi Pekerja Parkir Kota Yogya, Ignatius Hanarto, Senin (19/6/2017).

Hanarto mencontohkan untuk parkir di TKP Abu Bakar Ali (ABA) diberlakukan tarif parkir progresif.

Dia menyebut, untuk bus dikenakan tarif Rp20 ribu per bus dengan tarif progresif 50 persen per jamnya, sementara sepeda motor dikenakan tarif Rp2 ribu dan setiap jam akan dikenakan tarif tambahan sebesar 50 persen.

Untuk mobil akan dikenai tarif Rp3 ribu, kemudian akan berlaku tarif progresif sebesar 50 persen dari tarif normal per jamnya.

Para jukir pun berkomitmen untuk menjaga kenyamanan wisatawan dengan tidak menaikkan tarif di luar batas ketentuan.

Pasalnya, sanksi berupa pengeluaran jukir dari organisasi dan sanksi dari penegakan Perda pun akan diberlakukan.

Adapun, dia menyebutkan, untuk parkir pada Lebaran pun dipastikan aman. Parkir kendaraan, pada saat menjelang dan saat Lebaran adalah sepeda motor dan mobil, jarang terlihat ada bus besar yang parkir. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help