TribunJogja/

Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas, Dari Jalur Alternatif sampai Pengalihan Arus

Kalau rekayasa lapangan, nanti titik-titik dalam pantauan CCTV kita koordinasikan dengan kepolisian untuk pengalihan arus.

Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas, Dari Jalur Alternatif sampai Pengalihan Arus
Tribun Jogja/Rona Rizkhy Bunga Chasana
Pengalihan arus kendaraan terlihat di simpang tiga Jalan Sultan Agung Yogyakarta. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bekerjasama dengan kepolisian telah berkoordinasi untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi saat arus mudik lebaran 2017 ini.

Salah satunya adalah dengan memberlakukan rekayasa laku lintas yang dilakukan secara mendadak di ruas jalur mudik yang padat pengguna jalan.

Kabid Angkutan Darat Dishub DIY, Harry Agus Triono menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan dengan pemasangan rambu-rambu menuju jalur alternatif di jalur mudik DIY.

Di sana diharapkan nantinya ketika ada penumpukan kendaraan, maka pengguna jalan bisa langsung memilih untuk melalui jalur alternatif yang ada.

"Kalau rekayasa lapangan, nanti titik-titik dalam pantauan CCTV kita koordinasikan dengan kepolisian untuk pengalihan arus. Misalnya dari Tempel padat, kita giring ke timur ke arah Pakem. Itu bisa kelihatan dari CCTV. Nanti koordinasi dengan Polsek atau Pos yang di Tempel," urainya akhir pekan lalu, di Kompleks Kepatihan.

Hal tersebut, lanjutnya, dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan.

Bila diperlukan, dari kepolisian juga bisa melakukan kontak langsung ke Kantor Dishub DIY untuk meminta percepatan lampu merah agar kepadatan lalu lintas bisa segera terurai.

Selain itu, melalui Variabel Message Sent (VMS) yang berupa layar yang ditempatkan di beberapa simpang jalan besar DIY, Dishub mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan menjaga keselamatan, terutama di titik rawan kecelakaan.

Titik rawan kecelakaan biasnaya berada di jalur utama mudik.

"Prediksi kita, mereka masuk ketemu jalan yang lebar, terutama dari jalur barat. Dari Purworejo kan kecil, masuk ke Yogya perbatasan agak lebar. Masuk Wates sampai sekitar Sentolo cukup lebar. Orang euforianya pingin cepet sampai, padahal mungkin ia letih dan tidak waspada kondisi kanan kirinya. Simpang-simpang kecil banyak, itu yang sering terjadi kecelakaan," terangnya.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help