TribunJogja/

Aksi Dukung Pembatalan PHK Buruh AMT PT. Pertamina Patra Niaga

Sebelum melakukan aksi dorong motor siang tadi, massa telah melakukan orasi di depan kantor PT. Pertamina (persero) Yogyakarta.

Aksi Dukung Pembatalan PHK Buruh AMT PT. Pertamina Patra Niaga
tribunjogja/hening wasisto
Massa yang tergabung dalam aliansi rakyat untuk solidaritas (ARUS) saat melakukan aksi dorong motor dari depan PT. Pertamina (persero) Jl. P Mangkubumi, Senin (19/6/2017) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hening Wasisto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah massa yang tergabung dalam aliansi rakyat untuk solidaritas (ARUS) melakukan aksi dorong motor dari depan PT. Pertamina (persero) Jl. P Mangkubumi menuju ke arah selatan hingga lintasan kereta api Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin (19/6/2017).

Sebelum melakukan aksi dorong motor siang tadi, massa telah melakukan orasi di depan kantor PT. Pertamina (persero) Yogyakarta.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap ratusan buruh awak mobil tangki (AMT) yang di PHK secara sewenang-wenang oleh Pertamina Patra Niaga.

Restu, koordinator umum aksi ini mengatakan PHK secara sewenang tersebut merupakan duka bagi para buruh AMT, lantaran PHK tersebut dilakukan di beberapa depot, seperti Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.

"Sebelumnya, para buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTP) tersebut bersama pengurus serikatnya telah melakukan upaya perundingan dengan
pihak perusahaan terkait hak normatifnya, namun upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan," katanya.

Restu menambahkan, selama ini kondisi kerja para buruh AMT ini jauh dari kata layak. Mereka bekerja tanpa jaminan kesehatan, tanpa perlindungan K3, bekerja lebih dari 12 jam tanpa upah lembur, outsourcing dan bertahun-tahun statusnya tetap kontrak.

"Oleh karenanya hari ini para AMT pun melakukan mogok kerja sebagai bentuk perlawanan dan solidaritas atas PHK yang dilakukan," tambahnya.

"Untuk itu kedatangan kami kesini sebagai bentuk dukungan menuntut PT. Pertamina untuk membatalkan PHK sewenang-wenang kepada 350 AMT," tegas Restu.

Teriakan hidup buruh, hidup tani, hidup mahasiswa dan hidup rakyat pun digelorakan di akhir aksinya. (*)

Penulis: sis
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help