TribunJogja/

7 Ibu Hamil Akan Melahirkan Saat Lebaran, Punya Potensi Kerawanan Tinggi

Tiga diantaranya beresiko karena kondisi ibu yang berpostur kecil dan ada satu orang ibu hamil yang mengandung sudah lebih dari 40 tahun.

7 Ibu Hamil Akan Melahirkan Saat Lebaran, Punya Potensi Kerawanan Tinggi
Wittyfeed
Wanita hamil 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mencatat ada 12 ibu hamil yang diperkirakan akan melahirkan pada hari H Lebaran. Dari data tersebut diketahui tujuh ibu hamil memiliki resiko kehamilan yang tinggi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes Kota Yogya, Agus Sudrajat menjelaskan, tujuh ibu hamil memiliki resiko yang tinggi terhadap sejumlah penyakit. Diantaranya adalah penyakit jantung, nafas, dan paru-paru.

“Makanya, kami sudah mengingatkan pada kader pendamping ibu hamil, lurah dan camat, di masing-masing wilayah untuk meningkatkat kewaspadaan. Jika memang sudah darurat harus segera dibawa ke rumah sakit agar mengurangi resiko kematian ibu dan bayi,” ujar Agus, Minggu (18/6/2017).

Dia menjelaskan, selain penyakit, tiga diantaranya beresiko karena kondisi ibu yang berpostur  kecil dan ada satu orang ibu hamil  yang mengandung sudah lebih dari 40 tahun. 

Dia juga mengatakan, untuk waktu persalinannya tidak harus tepat sesuai hari perkiraan lahir (HPL).

“Proses persalinan bisa maju dua minggu dari HPL atau mundur dua minggu, dan masih tergolong normal. Ini karena matangnya sel telur saat menstruasi biasanya dua minggu sebelumnya,” jelasnya.

Dia menyebut, beberapa rumah sakit yang sudah terkoneksi untuk melayani ibu hamil ini diantaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Jogja,RS Sardjito, Bethesdha, Panti Rapih, dan PKU Muhammadiyah.

“Tenaga darurat, anak dan minimal anestesi. Tiga tenaga itu harus stand by, karena begitu masuk ibu hamil ini harus ditangani, misalnya ada operasi harus sesuai proseduralnya,” jelasnya.

Penyakit Lebaran

Agus juga menyebutkan, untuk kerawanan penyakit saat Lebaran adalah saluran pencernaan dan juga inveksi virus. Selain itu, penyakit hiperkolesterol, diabetes, dan hipertensi pun menjadi penyakit darurat selama Lebaran.

“Biasanya karena makanan enak, kemudian banyak porsinya, akan timbul beberapa penyakit. Apalagi yang sudah punya penyakit sebelumnya, harus mewaspadai beberapa potensi kedaruratan seperti gula darah tinggi, darah tinggi dan juga kolesterol,” ulasnya.

Pihaknya pun telah menyiagakan sejumlah puskesmas dan rumah sakit untuk melayani para pemudik selama Lebaran.

Nantinya, ada dua Puskesmas, yakni Jetis dan Tegalrejo yang akan stand by 24 jam. Selain itu, RS Pratama tetap buka selama 24 jam.

“Untuk puskesmas lainnya hanya libur dua hari saat hari raya Idul Fitri, setelah itu buka seperti biasa. Untuk RSUD Jogja rawat jalan tutup H-2 sampai H+2 Lebaran. tapi pelayanan gawat darurat dan rawat inap tetap buka," tandasnya. (*)

Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help